Ditahan Persibat, Karakter PSIS Belum Terbentuk

Putaran kompetisi Devisi Utama Liga Indonesia 2014 semakin dekat, akan tetapi hingga saat ini pola karakter permainan Mahesa Jenar belum meyakinkan guna mengikuti turnamen tersebut.

PSIS Semarang masih mengalami sebuah masalah klasik, yakni tumpulnya barisan depan untuk membobol gawang lawan. Adapun koordinasi dan kinerja lini tengah juga dinilai kurang berkarakter, dikarenakan belum bisa memainkan permainan seimbang saat menyerang dan saat diserang.

Hal ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut, karena dalam DU Liga Indonesia 2014, PSIS Semarang akan berjumpa dengan tim-tim yang tangguh. Uji coba terakhir  Mahesa Jenar hanya berbagi angka 1-1 melawan Persibat pada Minggu, 30/03/2014.

Dengan waktu yang hanya kurang 15 hari lagi, mau tidak mau PSIS harus sudah bisa membenahi dua lini tersebut. Adapun untuk lini belakang, selama ini dianggap sudah lebih baik setelah masuknya Safrudin Tahar, eks PSM Makassar.

Dari internal PSIS sendiri, terjadi silang pendapat antara pengurus dan tim pelatih. Pengurus menginginkan agar uji coba sekali lagi dengan tim selevel atau di atasnya, sementara pelatih meminta agar anak asuhnya uji coba dengan tim lokal untuk menghindari cedera.

Manajemen tetap memaksakan untuk menggelar uji coba lagi, bahkan tidak dengan tim selevel, tapi dengan tim yang berlaga Indonesia Super League (ISL) agar mental pemain semakin bagus.

General Manager PSIS Semarang Kairul Anwar mengatakan, masih dijajaki uji coba dengan Persiba Bantul. Pertandingan rencananya akan dilangsungkan di Bantul. Tapi dia belum bisa memastikan pelaksanaannya.

“Kalau tidak Jumat atau Sabtu minggu-minggu ini. Kita yang ke sana,” ungkap Kairul Anwar.

Menurut Kairul, sebenarnya permainan PSIS saat dijamu Persibat Batang cukup bagus. Kerjasama antar lini juga sudah mulai terlihat kompak. Namun satu hal yang masih perlu diperbaiki  khususnya soal organisasi pemain di lapangan, ketika dalam kondisi di serang balik, setelah gagal melakukan serangan. “Ini teknis tugas dari pelatih, biar dievaluasi coach,” kata dia. 

Pelatih Eko Riyadi sebenarnya berharap menggelar uji coba dengan tim lokal. Karena jika bertanding dengan dengan tim selevel, rawan terjadi cedera. “Kalau pemain cedera, penyembuhannya bisa lama. Kan kompetisi sudah semakin dekat,” kata Eko.   

Menurut dia, penyelesaian akhir anak asuhnya memang masih payah. Kendati  mendapatkan peluang saat dijamu Persibat Batang, tapi tidak bisa dikonversi menjadi gol. Dirinya beralasan, saat itu Harry Nur dan Julio Alcorse belum benar-benar pulih dari cedera. “Keduanya belum 100 % pulih. Organisasi pemain dari menyerang ke bertahan, masih perlu diperbaiki lagi,” kelit dia.

PSIS saat ini hanya memiliki stok tiga penyerang masing-masing Harry Nur, Julio Alcorse dan Wahyu Saputra (magang). PSIS hanya mengandalkan Harry Nur dan Julio Alcorse, setelah pemain depan lainnya Saptono masih dirawat di rumah sakit karena tipes

Related Posts:

Klik Iklan