Masjid Taqwa Sekayu-Semarang


Masjid Taqwa Sekayu merupakan sebuah tempat ibadah umat Islam yang masuk dalam jajaran Masjid Tertua di Jawa Tengah kesimpulan ini diambil berdasarkan Buku yang berjudul "Sedjarah Masdjid dan Amal Ibadah" terbitan FA Toko buku Banjar masin tahun 1955. Didalam buku tersebut memuat foto kuno masjid ini dan terdapat keterangan dibawahg gambar tersebut yang berbunyi "Masjid Pakaujan jang tertia di Djawa Tengah" yang didirikan sekitar tahun 1413 atau tujuh tahun lebih tua dibandingkan dengan Masjid Agung Demak.

Dan hingga sekarang belum dapat dipastikan lebih tua mana antara Masjid Taqwa Sekayu dan Masjid Demak, karena menurut banyak versi dan sejarah, Masjid Demak lah yang tertua di Jawa Tengah.

Masjid yang terletak di kampung sekayu yang didirikan oleh Kiai Khamal ini ketika itu Kyai Jamal (ulama dari Cirebon) pada tahun 1413 dia melakukan lawatan kedaerah pesisir utara Jawa, dan setibanya di Semarang . Kiai Khamal singgah ke sebuah desa perdikan bernama Pekayuan (kp.Sekayu) dan berselang beberapa waktu dalam bantuannya mencarikan kayu untuk Masjid Demak, kemudian mendirikan sebuah langgar kecil yang diberi nama Masjid Pekayuan.

Masjid Sekayu ini banyak mengalami perubahan karena renovasi. Namun beberapa masih di pertahankan seperti 4 pilar di tengah masjid dan menara yang berada di luar. Masjid ini sedikit besar dari Masjid Menara Layur namun jauh lebih kecil dari Masjid Agung Kauman. Beberapa shaff sholat terlihat berganti arah lebih serong ke kanan. Apakah ini menyatakan bahwa Masjid Sekayu mengalami salah kiblat ketika di buat para ulama dan wali jaman dulu atau orang-orang sekarang merasa kalau tidak sholat dalam keadaan serong miring ke kanan maka tidak menuju kiblat? Allahu ‘alam.

Untuk menuju Masjid Sekayu bisa dibilang agak sulit, namun tidak seribet mencari masjid Menara. Petualang silakan mencari Jalan Pemuda Semarang menuju Mall Paragon. Nah, disebelah baratnya Mall Paragon, terdapat jalan kecil yang bernama jalan Sekayu. Silakan masuk dan sekitar 3 menit (200 meter) akan ditemukan masjid Sekayu yang sangat bagus. Masjid ini agak masuk ke dalam gang, yang berada di sebelah kanan. Untuk masuk ke masjid maka akan melewati jalan Masjid Sekayu dan nampaklah menara yang berdiri megah dan tinggi. Masjid ini memang tidak terlalu nampak jelas dari pinggir jalan, karena tertutup oleh banyaknya rumah dan pepohonan yang rindang.

Masjid Sekayu ini sekilas mirip Masjid Demak dengan empat soko tatal dan bentuk atap tumpang tiga,  juga mengunakan akulturasi arsitektur dari Hindu-Islam. Meskipun begitu keduanya punya sejarah yang berbeda. Masjid Sekayu ini dibangun dalam rangkaian proses pembangunan Masjid Agung Demak. Bahan baku pembangunan masjid yakni kayu, disuplai oleh Kiai Kamal asal Cirebon. Setelah datang di Semarang, beliau lalu mendatangkan kayu-kayu jati unggulan (jati wungu) dari daerah Surakarta, Wonogiri, dan Ungaran melalui perjalanan darat ke Sekayu (dulu disebut Pekayu). Dari Sekayu, kayu-kayu tersebut kemudian dikirim ke Demak melalui Kali Semarang. Kala itu di dekat masjid ini masih mengalir Kali Semarang.
.

Related Posts:

Klik Iklan