Kooperatif, Alcorse Makin Dekat dengan PSIS


Bergabungnya Julio Alcorse di PSIS Semarang sudah semakin mendekati kenyataan. Manajemen sudah melakukan negosiasi terhadap nilai kontrak pemain berpaspor Argentina tersebut. Namun demikian, bekas pemain Persijap Jepara dan Persibo Bojonegoro tersebut belum ada kesepakatan atas nilai kontrak yang ditawarkan pengurus.


Kendati demikian, pemain kelahiran Argentina 17 September 1981 ini tidak akan ngotot nilai kontrak yang diminta harus sesuai dengan keinginannya. Dirinya tetap bersedia membuka kran dialog dengan pengurus, untuk tawar menawar harga.  



Para pengurus sudah melakukan negosiasi harga dengan pemain yang kenyang pengalaman di Liga Argentina tersebut pada Jumat (14/3) siang, di salah satu rumah makan di Jalan Sultan Agung Semarang.



Dalam pertemuan tersebut dihadiri General Manajer PSIS Kairul Anwar, Direktur Teknik Setyo Agung Nugroho dan Manajer Tim Wahyu Winarto. Namun demikian, dalam pertemuan tersebut belum menemukan kata sepakat.



“Tapi saya open. Akan ada pembicaraan lagi Senin (17/3), karena bos besar (Dirut Yoyok Sukawi) belum hadir,” ungkap Julio Alcorse, yang ditemui di mes PSIS, di  Wisma Stadion Jatdiri, Semarang, kemarin.



Menurut dia, nilai yang ditawarkan oleh manajemen belum sesuai dengan harapannya selama ini. “Dia (pengurus) mau kasih, jauh dari yang saya mau,” ujar bekas pemain FC Luzern Swiss itu.



Performa Alcorse memang menjanjikan. Kendati kurang dari dari sepekan mengikuti seleksi dan latihan di Stadion Jatidiri Semarang, pemain tersebut mampu menunjukkan kualitasnya sebagai pemain impor.



Alcorse merupakan pelamar asing kedua, yang bisa sampai ke tahap negosiasi harga, dan berhasil menyingkirkan rivalnya Fahad Khaled yang datang bersamaan. Kendati kondisi fisiknya belum sebugar pemain Mahesa Jenar lainnya, dia dinilai bisa memberikan kontribusi kepada tim, kelak jika direkrut.



Pelatih PSIS Semarang Eko Riyadi tidak mau berkomentar banyak terhadap Julio Alcorse. “Ditanya langsung saja orangnya, biar manajemen langsung,” kata dia singkat.



Skuad PSIS memang membutuhkan tambahan satu pemain asing di lini depan. Setiap tim Divisi Utama, dibatasi hanya merekrut dua pemain asing. Sebelumnya PSIS sudah menggaet Ronald Fagundez di lini tengah, sehingga masih membutuhkan satu asing lagi.



Selain satu asing, di lini depan masih ada lowongan striker lokal, namun yang sudah berpengalaman. Untuk posisi ini, PSIS masih menyeleksi Aldo Prasetyo, bekas pemain PSP Padang.  Saat ini hanya ada dua pemain asing utama yakni Harry Nur dan Saptono, serta striker magang Wahyu Saputra.

Sumber : SindoNews.com

Related Posts:

Klik Iklan