GOLPUT Versi 2014

Sebelum Media Semarang membahas tentang GOLPUT versi 2014, alangkah baiknya kita urai dulu dali sejarah Golput.

Sejarah GOLPUT.
Golput merupakan sebuah singkatan dari kata Golongan Putih, yang merupakan sebuah protes dari sekelompok mahasiswa dan pemuda untu memprotes pelaksaan pemilu diera pemerintahan Orde Baru yang diikuti oleh 55 peserta partai politik yang lebih sedikit partainya ketimbang pemilu tahun 1955 yang diikuti oleh 172 partai politik.

Golput pada dasarnya adalah sebuah gerakan moral yang dicetuskan pada 3 Juni 1971 di Balai Budaya Jakarta, tepatnya sebulan sebelum diadakan Pesta Demokrasi rakyat pada pemilu utama diera Orde Baru. Salah satu eksponen Golput di era itu bernama Arief Budiman. 

Kenapa di Beri Nama Golput "Golongan Putih"
Pada Era Orde Baru, disaat diadakan sebuah pesta Demokrasi Rakyat Pemilu, tidak ada satu pun warga yang berani berdiam diri dirumah / tidak menghadiri TPS. Sebagai salah satu cara aman untuk tetap datang ke TPS (Tempat Pemungutan Suara) tanpa memilih partai yaitu dengan Mencoblos bagian kertas yang berwarna Putih di luar kolom partai (Bukan mencoblos partai). Dari sinilah orang-orang tersebut dinilai sebagai GOLPUT.

GOLPUT Versi 2014.
Golput versi 2014 ini semakin nekat dan semakin berani dibanding di era Order Baru, banyak yang terang-terangan tidak menghadiri Pemilihan di TPS, ada yang menggunakan alasan sakit, sibuk, tidak sempat dan sebagainya. Bahkan ada yang terang-terangan mendirikan suatu komunitas Golput baik melalui jejaring sosial, maupun nyata dengan tujuan, memberi seruan ke masyarakat luas untuk tidak mencoblos ketika pemungutan suara.


Katagori Golput Versi 2014
  • Pemilih yang dengan sengaja tidak menghadiri pemilihan/pencoblosan 
  • Pemilih yang mendatangi TPS akan tetapi tidak menyalurkan aspirasinya pada surat suara atau mungkin merusak surat suara agar terhitung bukan suara sah.
Bahkan ada satu lagi GOLPUT yang hanya mementingkan kesejahteraan sindiri walaupun itu hanya kesejahteraan sesaat. yaitu GOLPUT bukan dalam arti Golongan Putih akan tetapi GOLPUT dalam arti "GOLongan Pencari Uang Tunai".

Pada intinya percuma KPU menggaungkan gema anti golput kepada masyarakat indonesia, jika tidak disertai dengan Gaung dan cambuk atas Kinerja Partai dan Caleg yang pro rakyat dan anti korupsi.

Related Posts:

Klik Iklan