Djakarta Lloyd Semarang

Bangunan Kuno Djakarta Lloyd  merupakan bangunan berfaced setugkup tunggal, dengan jumlah trafe  5 (tampak dari barat), 14 (tampak dari utara, modul utama 3 meter.

Djakarta Lloyd merupakan bangunan yang unik, karena dari luar tampak hanya berlantai 2, akan tetapi ada bagian yang ber lantai tiga jika dari dalam. Pondasi bangunan batu kali dan sistem struktur beton bertulang dengan kolom berbentuk silinder berjarak masing-masing 3 meter. Jarak dari lantai ke pagu pada lantai 1 ialah 5,25 meter sedangkan pada lantai 2 ialah 5 meter. Pada bagian bawah dinding setinggi 1,5 meter dilapisi dengan plester semen kasar dan sisanya dengan plester dan dicat dinding. Atap bangunan berbentuk limasan dengan kuda-kuda mansard berjarak 2.5 meter. Bahan penutup atap ialah genteng yang didatangkan khusus dari negeri belanda. Lebar teritisan 2 meter dengan listplank dari beton selebar 1 meter. Usuk tidak terrendah. Bubungan diselesaikan tanpa hiasan. Tidak terdapat cornice. Pada sisi utara dan barat terdapat serambi, masing-masing selebar 3 meter dan 2,4 meter. serambi ini menyatu (ntegrated) dengan bangunan utama. Dalam bentuk aslinya serambi ini terbuka dan hanya diberi langkan, tetapi sekarang sebagian telah ditutup untuk ruangan kantor. Pintu dibuat dari panel jati yang dicat dan kaca, dengan bingkai dari kayu jati pula. Jendela terbuat dari kerangka besi kotak-kotak dan panelnya sebagian dari kaca es, sisanya kaca bening. Jendela tersebut dirangkai secara terpadu dengan lubang angin dari rooster bermotif geometri. Pada lantai 2 yang semula merupakan kantor sewa, jendela dibuat terpadu dengan counter pelayanan umum. Bangunan ini sesuai dengan penggunaan semula untuk kantor SMN dan kantor sewa - mempunyai dua. Vestibula utara berbentuk setengah silinder dengan tangga lengkungsampai ke lantai 3 yang merupakan ruang penunjang (kakus dan gudang). Bangunan ini dilengkapi dengan satu garasi pada lantai satu yang terhubung dengantangga khusus, baik dari lantai 1 maupun lantai 2. Pada lantai2 terdapat lubang yang dapat dibuka dankemungkinan dulu dipakai untuk menderek barang.


Tapak bangunan Kantor Djakarta Lloyd semula (abad XVIII) yang terletak diujung Jl. Mpu Tantular (d/h Wester - wal straat) dan Jl. Kutilang (Hoofdwacht straat) merupakan bagian dari 't Gouvernement atau kantor pemerintah Belanda. Setelah kantor pemerintah dipindahkan ke Gedung Papak di Jl. Bodjong, maka petak ini menjadi lapangan yang dinamakan Nederlandplein. Batas petak semula sampai menjorok ke Jl. Mpu Tantular sekarang akan tetapi di sebelah utara lebih mundur daripada batas sekarang. Pada tahap awal pembangunan maka diadakan pengaturan kembali bats tersebut dengan keputusan bahwa bagian barat tapak dipotong sampai segaris dengan bangunan disebelah selatannya Nederlandsche Handel Maatschappij (sekarang Bank Exim), dan sebagai kompensasinya batas sebelah utara dapat dimajukan ke jalan. Arsitek bangunan ini ialah H. Thomas Karsten yang ditugasi oleh perusahaan Stoomvaart Maatschappij Nederland (SMN), sebuah perusahaan angkutan perkapalan untuk merancang bangunan kantor cabangnya di Jawa pada tahun 1930. Perusahaan tersebut berdiri jauh sebelumnya di Negeri Belanda. Tidaklah menherankan apabila sebagai bahan bangunan yang dipakai pada bangunan ini didatangkan khusus dari Negeri Belanda, dengan kapal dagang yang dimiliki

Related Posts:

Klik Iklan