Babat Gongso

Udah lama Media Semarang tidak membuat postingan tentang jenis Makanan Khas atau Kuliner Semarang, yah dikarenakan sedang mencari lagi mana yang termasuk dalam daftar makanan Semarang, setelah sekian lama mencari informasi, alhasil tidak sia-sia usaha selama ini. Setelah dari kemarin hanya posting tentang Bangunan Kuno di Semarang kali ini saatnya sejenak berganti membuat postingan tentang Kuliner atau Makanan Khas Semarang yakni Babat Gongso.

Babat Gongso. Mendengar namanya saja membikin lidah bergoyang sehingga tak sadar hingga kita sudah ngiler. 

Menu satu ini memang terkenal nikmat. Meski berlemak, makanan dari jerohan ini dijamin menggoda siapa saja untuk menyantapnya. Namun untuk mendapatkan rasa babat gongso yang enak, perlu bumbu tepat dan keahlian tangan pemasaknya.

Rasa babat gongso yang lezat salah satunya bisa didapat di warung Pak Taman di Jalan Stadion Selatan Semarang. Letaknya tak jauh dari Stadion Diponegoro. Menu utama di warung ini sebenarnya nasi goreng, namun babat gongso tetap banyak diminta pembeli. Tukini, istri Pak Taman yang kini melayani pembeli mengatakan menu yang ditawarkannya adalah khas Welahan, Jepara.

Ciri khas menu tersebut adalah rasa yang pedas namun manis. “Saya sengaja menambahkan kecap yang banyak karena orang Jawa suka manis. Kalau pedas, tinggal disesuaikan permintaan pembeli saja,” katanya. Bumbu yang digunakan diantaranya bawang merah, bawang putih, cabai, kemiri, kecap, dan penyedap rasa. Semua dicampur menjadi satu dengan takaran tertentu.

Bumbu tersebut menghasilkan babat gongso yang nikmat. Menu ini enak disantap panas-panas dengan sepiring nasi hangat, acar mentimun, dan kerupuk udang atau rambak. Saat disantap, bumbu yang meresap masuk ke setiap irisan babat seakan lumer di lidah.

Kunci kelezatan masakannya berasal dari perpaduan bahan bermutu dan bumbu special. Demi mutu masakan, dia mengaku selalu memilih jerohan sapi yang masih segar. Selain babat, jerohan yang disediakan yaitu iso, paru, jantung, dan limpa. “Semuanya harus segar dan baru. Kalau tidak akan mempengaruhi rasa,” ujarnya. Sebelum dimasak, jerohan tadi harus direbus selama 4 jam agar empuk. Tukini mengaku bisa menghabiskan 10 kilo jerohan setiap harinya.

Menu lain yang ditawarkannya adalah nasi goreng babat, nasi goreng ayam, dan nasi goreng telur. Dia tak menggunakan telur ayam untuk lauk nasi goreng, tapi telur bebek. “telur bebek ini lebih enak dan tidak lembek saat didadar,” katanya. Warung yang buka pukul 06.30-16.00 ini selalu ramai pembeli, terutama saat jam maka

Related Posts:

Klik Iklan