PSIS Uji ketangguhan Vs Persibat

PSIS Semarang.

Ditengah kesibukan dan hiruk-pikuk Pemilu 2014, akhirnya PSIS bisa melakukan uji coba walau tandang melawan Persibat Minggu (30/03/14).

Sebenarnya PSIS sudah merencanakan uji coba melawan PPSM Sakti magelang, namun wacana tersebut akhirnya dibatalkan, karena sampai rencana jadwal pertandingan dilakukan, manajemen tidak mendapatkan ijin untuk menggelar sebuah pertandingan.

Setelah melakukan pembicaraan intens dengan beberapa klub, akhirnya Ronald Fagundez dkk bisa diterima untuk uji coba dengan anak asuh dari Lukas Tumbuan dengan disaksikan penonton.Uji coba ini sangat penting bagi PSIS. Mengingat, performa tim selama ini belum stabil. Ini terlihat dari beberapa laga uji coba sebelumnya.

Saat dijamu PSIR Rembang, PSIS bisa ditahan imbang 0 – 0. Kemudian menjamu PSIS amatir, unggul 2 : 0 namun harus bersusah payah dan baru bisa tampil maksimal pada babak kedua hingga terciptanya gol.

Problem mendasar yang mendera PSIS selama ini adalah minimnya kontribusi gol di lini depan, dari tiga uji coba terakhir. Dari uji coba tersebut, justru gol dilesakkan oleh para pemain tengah.

Asisten Manajer PSIS Didik Septiyono mengatakan, para pemain PSIS sudah tidak uji coba cukup lama, setelah dijamu PSIR Rembang. Sementara banyak perbaikan yang harus dilakukan tim pelatih, sebelum mengarungi kompetisi resmi Divisi Utama 2014. “Menang bukan menjadi target utama, tapi yang penting adalah pembenahan tim. Selain itu juga untuk menjajal pemain
baru Julio Alcorse, “ kata Didik, kemarin.

Julio Alcorse belum bisa dipastikan akan diturunkan, karena kondisinya belum benar-benar fit. Pemain berpaspor Argentina itu masih mengalami masalah cedera pada paha kana.

Didik berharap agar besok kondisi mantan pemain Persijap Jepara itu sudah pulih. Pihaknya belum bisa memastikan akan menggelar uji coba di kandang. “Kalau pun uji coba, pasti dengan tim yang levelnya di bawah, untuk mengurangi beban pemain.” .

Pertandingan tersebut juga dimungkinkan tidak diikuti dua pemain lantaran sakit. Saptono, penyerang PSIS sakitnya juga tidak kunjung sembuh dan terakhir ini mengonfirmasi tim pelatih sedang pulang kampung di desanya. Edy Gunawan, bek kiri andalan PSIS kemarin juga mengalami cedera engkel, setelah terinjak pemain saat latihan.

Pelatih PSIS Eko Riyadi menginginkan antara 1-2 minggu jelang kick off Divisi Utama pada 15 April 2014 tidak ada agenda uji coba lagi. “Kalau ada uji coba di waktu-waktu tersebut, sangat rawan pemain cedera. Karena jika sakit kan pemulihannya butuh proses,” jelas pelatih asli Semarang ini.

Related Posts:

Masjid Besar Kauman Semarang

Selain Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) yang menjadi icon kota Semarang, masih ada satu lagi masjid yang memiliki nilai sejarah bagi perkembangan agama Islam di Semarang, yaitu Masjid Besar Kauman Semarang.

Masjid Besar Kauman Semarang terletak Alun-alun barat No 11 Semarang di satu sisi, sedangkan sisi lain berada di jalan Kauman, orang Semarang menyebutnya Jerman (Jejer Kauman) hehehee "Just Kidding". Tepatnya paling barat Pasar Johar Semarang.

Masjid ini merupakan salah satu rangkaian sejarah pembangunan masjid di kota semarang, masjid pertama yang dibangun di Kota lunpia ini terletak didaerah Mugas yang didirikan oleh Kiayi Ageng Pandan Arang. Ketika belua melakukan hijrah di kota Semarang bagian bawah, ia mendirikan sebuah Kabupaten yang diberi nama Kabupaten Bubakan dan tak lupa mendirikan saran ibadah umat Islam yaitu Masjid Besar Kauman Semarang yang merupakan salah satu masjid paling besar.  Dan beliau pun akhirnya mengabadikan Kiayi Adipati Surohadimenggola II sebagai pendiri Masjid Besar Kauman Semarang ini.



Related Posts:

Masjid Taqwa Sekayu-Semarang


Masjid Taqwa Sekayu merupakan sebuah tempat ibadah umat Islam yang masuk dalam jajaran Masjid Tertua di Jawa Tengah kesimpulan ini diambil berdasarkan Buku yang berjudul "Sedjarah Masdjid dan Amal Ibadah" terbitan FA Toko buku Banjar masin tahun 1955. Didalam buku tersebut memuat foto kuno masjid ini dan terdapat keterangan dibawahg gambar tersebut yang berbunyi "Masjid Pakaujan jang tertia di Djawa Tengah" yang didirikan sekitar tahun 1413 atau tujuh tahun lebih tua dibandingkan dengan Masjid Agung Demak.

Dan hingga sekarang belum dapat dipastikan lebih tua mana antara Masjid Taqwa Sekayu dan Masjid Demak, karena menurut banyak versi dan sejarah, Masjid Demak lah yang tertua di Jawa Tengah.

Masjid yang terletak di kampung sekayu yang didirikan oleh Kiai Khamal ini ketika itu Kyai Jamal (ulama dari Cirebon) pada tahun 1413 dia melakukan lawatan kedaerah pesisir utara Jawa, dan setibanya di Semarang . Kiai Khamal singgah ke sebuah desa perdikan bernama Pekayuan (kp.Sekayu) dan berselang beberapa waktu dalam bantuannya mencarikan kayu untuk Masjid Demak, kemudian mendirikan sebuah langgar kecil yang diberi nama Masjid Pekayuan.

Masjid Sekayu ini banyak mengalami perubahan karena renovasi. Namun beberapa masih di pertahankan seperti 4 pilar di tengah masjid dan menara yang berada di luar. Masjid ini sedikit besar dari Masjid Menara Layur namun jauh lebih kecil dari Masjid Agung Kauman. Beberapa shaff sholat terlihat berganti arah lebih serong ke kanan. Apakah ini menyatakan bahwa Masjid Sekayu mengalami salah kiblat ketika di buat para ulama dan wali jaman dulu atau orang-orang sekarang merasa kalau tidak sholat dalam keadaan serong miring ke kanan maka tidak menuju kiblat? Allahu ‘alam.

Untuk menuju Masjid Sekayu bisa dibilang agak sulit, namun tidak seribet mencari masjid Menara. Petualang silakan mencari Jalan Pemuda Semarang menuju Mall Paragon. Nah, disebelah baratnya Mall Paragon, terdapat jalan kecil yang bernama jalan Sekayu. Silakan masuk dan sekitar 3 menit (200 meter) akan ditemukan masjid Sekayu yang sangat bagus. Masjid ini agak masuk ke dalam gang, yang berada di sebelah kanan. Untuk masuk ke masjid maka akan melewati jalan Masjid Sekayu dan nampaklah menara yang berdiri megah dan tinggi. Masjid ini memang tidak terlalu nampak jelas dari pinggir jalan, karena tertutup oleh banyaknya rumah dan pepohonan yang rindang.

Masjid Sekayu ini sekilas mirip Masjid Demak dengan empat soko tatal dan bentuk atap tumpang tiga,  juga mengunakan akulturasi arsitektur dari Hindu-Islam. Meskipun begitu keduanya punya sejarah yang berbeda. Masjid Sekayu ini dibangun dalam rangkaian proses pembangunan Masjid Agung Demak. Bahan baku pembangunan masjid yakni kayu, disuplai oleh Kiai Kamal asal Cirebon. Setelah datang di Semarang, beliau lalu mendatangkan kayu-kayu jati unggulan (jati wungu) dari daerah Surakarta, Wonogiri, dan Ungaran melalui perjalanan darat ke Sekayu (dulu disebut Pekayu). Dari Sekayu, kayu-kayu tersebut kemudian dikirim ke Demak melalui Kali Semarang. Kala itu di dekat masjid ini masih mengalir Kali Semarang.
.

Related Posts:

Julukan Kota Semarang

Kota Semarang merupakan Ibu Kota Jawa tengah, dan masuk didalam jajaran kota metropolitan di Nusantara tepatnya pada urutan ke lima, setelah Bandung, Jakarta, Surabaya dan Medan.

Selain menjadi Ibu Kota Jawa Tengah. kota Semarang juga mendapatkan beberapa julukan. Antara lain :

  • Kota Lumpia. Lumpia adalah makanan khas Semarang yang terbuat dari dua alkuturasi budaya yaitu budaya China dan Jawa dengan citra rasa yang kondang seantero Nusantara, sehingga kota Semarang pun mendapat julikan Kota Lumpia.
  • Venetie Van Java. Kota Semarang dilalui oleh banyak sungai di tengah kota seperti di Venesia-Italia, sehingga Belanda memberi sebutan atau julukan tersebut.
  • Kota ATLAS. Semarang memiliki semboyan Kota Atlas kepanjangan dari Aman, Tertib, Lancar, Asri dan Sehat. Sebagai selogan pemelihara keindahan kota.
  • The Port of Java. Untuk kepentingan  pemasaran pariwisata, pemerintah kota semarang memberikan julukan The Port of Java "Pelabuhan Jawa".
  • Pada tahun 2009, atas wacana beberapa pihak, walikota Semarang setuju memberikan Julukan SPA "Semarang Pesona Asia", dfilakukan embangunan dimana-mana (perbaikan saluran, memperindah trotoar, taman dan penataan PKL).
  • Outstadtatau Little Netherlan. Berkat bangunan kuno peninggalan jaman Belanda yang bercirikan bangunan Khas Eropa. Semarang jyga mendapat julukan Little Netherlan khususnya kawasan kota lama.
Inilah beberapa sebutan lain dari Kota Semarang, semoga bermanfaat dan bisa menambah ilmu pengetahuan, untuk para pengunjung dan pembaca yang budiman.

Related Posts:

PSIS, Tim di Grup 4 Setara Kekuatannya

PT Liga Indonesia (LI) telah menyusun jadwal pertandingan sementara tim Divisi Utama yang masuk dalam Grup 4. Pada Grup 4 tersebut bercokol 8 tim asal Jawa Tengah. Tim tersebut di antaranya PSIS Semarang, Persipur Purwodadi, PSIR Rembang, Persitema Temanggung, Persiku Kudus, Persis Solo, PPSM Sakti Magelang dan Persip Pekalongan.

Jika tidak ada perubahan, PSIS akan mengawali pertandingan pada 15 April 2014 di home melawan tim tetangga Persipur Purwodadi, disusul dengan PSIR Rembang, 18 April. Adapun untuk pertandingan tandang, Mahesa Jenar akan  mengawali dengan Persip Pekalongan (22/4) dan PPSM Sakti  Magelang (26/4).

Pelatih PSIS Semarang Eko Riyadi mengaku tidak akan menganggap remeh rival di Grup 4. Semua tim yang akan dihadapi oleh anak asuhnya patut diwaspadai. Sejak awal sudah dipikirkan bagaimana menghadapi tim-tim tersebut.

“Semua lawan tidak ada yang dipandang remeh. PSIS Semarang membentuk tim  memang lebih awal, sekitar  Januari lalu hampir bersamaan dengan Persis Solo,” ungkap pelatih Mahesa Jenar.

Dibandingkan dengan tim-tim lain di Grup 4, PSIS terlalu cepat membentuk tim, yakni di awal-awal tahun 2014 karena pertimbangan waktu itu, kompetisi Divisi Utama akan digelar sekitar Februari 2014. Belakangan, PSSI mengumumkan kasta kedua kompetisi di Tanah Air tersebut akan dimulai pada 15 April 2014.

Pemunduran jadwal tersebut memberikan kesempatan banyak klub untuk  membentuk tim guna mengarungi Divisi Utama 2014. Seperti Persiku Kudus, Persip Pekalongan, merupakan tim-tim yang belum lama membentuk tim. Bahkan, Persiku Kudus baru mengontrak pemain 5 hari lalu, padahal tim berjuluk MAcan Muria tersebut sudah beberapa kali melakukan uji coba.

Asisten Manajer PSIS Didik Septiyono mengatakan, dengan melihat jadwal sementara yang sudah dirilis PSSI, manajemen sudah bisa dipastikan legowo menerima. “Tidak ada hal yang akan menghambat pertandingan, jika melihat draf yang disusun PSSI. Terkecuali, jika memang pada saat yang bersamaan memang ada suatu hal yang menghambat turunnya izin pertandingan, seperti ada pemilihan kepala daerah,” kata Didik.

Menurut Didik, kepastian jadwal  pertandingan baru akan diputuskan oleh PSSI pada 1 April mendatang. Jika ada tim-tim yang keberatan dengan draf tersebut, bisa mengajukan upaya revisi semisal ada hal yang akan menghambat jalannya pertandingan. 

Related Posts:

Air Mata Buaya

Airmata Buaya

Kau bicara kejujuran sambil berdusta
Kau bicara kesederhanaan sambil shopping di Singapura
Kau bicara nasionalisme sambil jual aset negara
Kau bicara kedamaian sambil memupuk dendam
Kau bicara anti korupsi sambil menjarah setiap celah
Kau bicara persatuan sambil memecah belah
Kau bicara demokrasi ternyata untuk kepentingan pribadi
Kau bicara kemiskinan di tengah harta bergelimpangan
Kau bicara nasib rakyat sambil pura-pura menderita
Kau bicara pengkhianatan sambil berbuat yang sama
Kau bicara seolah dari hati sambil menitikkan air mata
Air mata buaya

Fadli Zon



Semoga Indonesia terhindar dari Anggota dewan yang tergambar karakter sifatnya dari Puisi diatas. Rakyat Sudah lelah dengan semua ini.

Related Posts:

PSIS, Terus asah Pemain Sayap

Tim Pelatih PSIS Semarang terus bekerja keras demi memperbaiki kinerja tim Mahesa Jenar demi mengarungi kompetisi Devisi Utama Liga Indonesia 2014. Hingga postingan ini dibuat, PSIS masih memiliki kelemahan yakni pada barisan depan dan tengah, tentu hal ini sebuah pekerjaan rumah bagi pelatih. Sebab, lini depan merupakan hal yang vital karena tumpuan bagi tim manapun untuk mecetak gol.

Dalam tiga kali laga uji coba, lini depan Mahesa Jenar memang tumpul. Saat dijamu PSIR Rembang di Stadion Krida Rembang beberapa waktu lalu, Laskar Dampo Awang  berhasil menahan imbang PSIS 0-0. Kemudian pada laga uji coba sebelumnya dengan PSIS amatir, berhasil memenangkan pertandingan dengan skor 2-1.

Dua gol Mahesa Jenar diborong oleh dua pemain tengah, masing-masing Andi Rohmad dan Boas Atururi. Sebelumnya saat latih tanding versus PS AD di Stadion Citarum, PSIS hanya menang tipis 1 : 0, itu pun melalui tendangan penalti Gipsy Salaita.

''Selama ini kalau dilihat dari uji coba, finishing touch dan crossing dari samping sayap yang kita lihat itu yang kurang. Akan kita perbaiki crossing-crossing itu, kemudian transisi dari menyerang ke bertahan.

Related Posts:

Cara Jitu Mengembalikan File pada Flash Disk

Setelah dimintai bantuan oleh seorang teman mengeluh karena file didalam flasdisk-nya hilang, tidak nampak di pc maupun laptop, akan tetapi jika di Properties space flaskdinya terpakai. Dan akhirnya bisa mengatasi masalah, semua filenya sudah bisa dikembalikan, hanya sebagai share yang Cara Jitu Mengembalikan File pada Flash Disk.
mungkin bisa membantu pengunjung yang sedang mengalami masalah serupa.Kini Media Semarang akan membuat postingan 

Nah langung saja ke TKP, bagaimana mengatasi Cara Mengembalikan File pada Flash Disk :

Pertama
Klik Start >>> Klik RUN >>> Isi kolom dengan tulisan (cmd) tanpa tanda kurung



Setelah langkah diatas akan keluar seperti gambar dibawah ini


pada _ isi sesuai letak flashdisk/memory anda yang tertera pada explore, semisal, letak flashdisk/memory berada di "G" maka isi dengan G: terus klik enter >>> contoh gambar dibawah ini


silahkan isikan conde berikut ini : attrib -s -h g:*.* /s /d (pada code g: silahkan ganti dengan flashdisk/memory anda)


Itulah langkah-langkah Cara Ampuh Mengembalikan File pada Flash Disk/memory . Semoga bermanfaat.

Related Posts:

GOLPUT Versi 2014

Sebelum Media Semarang membahas tentang GOLPUT versi 2014, alangkah baiknya kita urai dulu dali sejarah Golput.

Sejarah GOLPUT.
Golput merupakan sebuah singkatan dari kata Golongan Putih, yang merupakan sebuah protes dari sekelompok mahasiswa dan pemuda untu memprotes pelaksaan pemilu diera pemerintahan Orde Baru yang diikuti oleh 55 peserta partai politik yang lebih sedikit partainya ketimbang pemilu tahun 1955 yang diikuti oleh 172 partai politik.

Golput pada dasarnya adalah sebuah gerakan moral yang dicetuskan pada 3 Juni 1971 di Balai Budaya Jakarta, tepatnya sebulan sebelum diadakan Pesta Demokrasi rakyat pada pemilu utama diera Orde Baru. Salah satu eksponen Golput di era itu bernama Arief Budiman. 

Kenapa di Beri Nama Golput "Golongan Putih"
Pada Era Orde Baru, disaat diadakan sebuah pesta Demokrasi Rakyat Pemilu, tidak ada satu pun warga yang berani berdiam diri dirumah / tidak menghadiri TPS. Sebagai salah satu cara aman untuk tetap datang ke TPS (Tempat Pemungutan Suara) tanpa memilih partai yaitu dengan Mencoblos bagian kertas yang berwarna Putih di luar kolom partai (Bukan mencoblos partai). Dari sinilah orang-orang tersebut dinilai sebagai GOLPUT.

GOLPUT Versi 2014.
Golput versi 2014 ini semakin nekat dan semakin berani dibanding di era Order Baru, banyak yang terang-terangan tidak menghadiri Pemilihan di TPS, ada yang menggunakan alasan sakit, sibuk, tidak sempat dan sebagainya. Bahkan ada yang terang-terangan mendirikan suatu komunitas Golput baik melalui jejaring sosial, maupun nyata dengan tujuan, memberi seruan ke masyarakat luas untuk tidak mencoblos ketika pemungutan suara.


Katagori Golput Versi 2014
  • Pemilih yang dengan sengaja tidak menghadiri pemilihan/pencoblosan 
  • Pemilih yang mendatangi TPS akan tetapi tidak menyalurkan aspirasinya pada surat suara atau mungkin merusak surat suara agar terhitung bukan suara sah.
Bahkan ada satu lagi GOLPUT yang hanya mementingkan kesejahteraan sindiri walaupun itu hanya kesejahteraan sesaat. yaitu GOLPUT bukan dalam arti Golongan Putih akan tetapi GOLPUT dalam arti "GOLongan Pencari Uang Tunai".

Pada intinya percuma KPU menggaungkan gema anti golput kepada masyarakat indonesia, jika tidak disertai dengan Gaung dan cambuk atas Kinerja Partai dan Caleg yang pro rakyat dan anti korupsi.

Related Posts:

PSIS Berburu Striker Lokal

PSIS Semarang. Skuad PSIS Semarang musim ini belum juga komplet. Tim mahesa jenar masih memerlukan seorang pemain lokal yang berposisi sebagai penyerang.

Manajemen PSIS, menyatakan masih melakukan pemburuan amunisi yang diperlukan tersebut. Namun sampau saat ini belum juga menemukan amunisi striker yang berkualitas, manajemen pun akan terus mencari pemain depan yang berkualitas untuk memenuhi sekuad PSIS Semarang.

Meski kickoff Devisi Utama Liga Indonesia 2014 kurang tiga minggu lagi, manajemen tidak mau terburu-buru dalammenentukan pilihan.

Striker lokal yang akan direkrut nanti harus memiliki kualitas diatas pemain yang ada sekarang, minimal setara. Dengan demikian akan membantu pelatih dalam menerapkan strategi permainan. 

Manajemen pun menyadari kalau berburu striker lokal berkualitas lebih sulit dari pada berburu pemain asing, apalagi jika pemain yang diburu tersebut dituntut memeiliki jam terbang tinggi di kancah Nasional. Pemain dengan kriteria tersebut biasanya sudah bergabung ke klub lain, kalaupun ada pemain dengan kriteria tersebut belum bergabung dengan sebuah tim, biasanya dia membandrol harga yang tinggi.

Saat ini, tim pelatih melakukan simulasi pertandingan, mereka membagi anak asuhannya dalam dua tim berbeda. Langkah ini dilakukan karena sangat sulit memperoleh ijin pertandingan uji coba yang dikarenakan saat-saat kampanye legislatif.

Related Posts:

Striker Lokal Andalan PSIS Semarang


PSIS Semarang. Sosok Harry Nur, masih menjadi pilihan utama skuad PSIS Semarang di lini depan. Pemain yang juga memperkuat Mahesa Jenar musim lalu ini selalu diberi kepercayaan dalam setiap pertandingan.

Di barisan depan, saat ini diperkuat tiga penyerang lokal masing-masing Harry Nur, Saptono, Wahyu Saputra (magang), dan Julio Alcorse, striker berpaspor Argentina, yang belum lama diikat kontrak. Dominasi lini depan oleh Harry Nur ini terbukti karena dia selalu diturunkan dalam setiap kali pertandingan berlabel uji coba.

Adapun Saptono, kendati beberapa kali diturunkan duet bareng dengan Harry Nur, posisinya beberapa kali digantikan oleh Wahyu Saputra.

Terakhir dengan PSIR Rembang, Harry Nur, juga turun pada menit-menit awal. Pada laga menghadapi PSIS amatir dan PS AD, juga masih menjadi andalan. Sayangnya, kendati diberi kepercayaan untuk menjadi juru gedor, mantan pemain PSCS Cilacap itu belum menunjukkan kemampuan terbaiknya. Dari tiga kali laga uji coba yang sudah digelar,  dia masih puasa gol. Justru gol dicetak oleh lini kedua.

Kondisi ini masih bisa dimaklumi oleh Pelatih PSIS Eko Riyadi. Menurut dia, lini depan akan bisa optimal jika mendapatkan suplai-suplai dari lini tengah. Namun anak asuhnya di lini kedua tersebut belum bisa menjalankan tugasnya dengan baik. “Memang belum mendapat support bagus dari lini tengah,” kata Eko Riyadi,

Dia tidak sepakat jika selama ini lini depan harus bertumpu kepada Harry Nur. 

Eko menjelaskan, semua pemain  memiliki peluang yang sama untuk bisa diturunkan dalam setiap pertandingan. Dasar yang dijadikan pertimbangan  untuk menurunkan pelatih adalah kondisinya terkini. Saptono menjadi pengganti saat lawan PSIR karena dia ingin mencoba performa Alain Nebie, terbukti saat melawan timnas juga diturunkan.

“Siapa yang paling siap, itu yang akan diturunkan. Termasuk dari lini tengah, kami sudah memiliki gambaran kerangka tim, karena dilihat dari latihan saja bisa.  Tapi tidak perlu saya sampaikan dulu, biar anak-anak sama-sama bersaing,” papar mantan Pelatih Persitema Temanggung ini.

Dengan bergabungnya Julio Alcorse, manajemen sangat berharap mantan pemain Persijap Jepara itu mampu mengangkat performa tim. Apalagi, lini depan saat ini masih krisis gol. Pemain yang kenyang pengalaman bermain di Liga Argentina itu digadang-gadang bisa menjadi mesin gol baru.

Melihat statistik pertandingan yang telah dilalui Alcorse saat membela Laskar Kalinyamat menorehkan catatan yang tidak terlalu buruk. Turun di 10 laga, dia mampu mengoleksi 6 gol di Indonesia Premiere League (IPL).

Direktur Teknik PSIS Setya Agung Nugroho berharap Alcorse bisa mengangkat performa tim, dan memenangkan pertandingan dalam setiap laga. “Dengan banyak pemain di lini depan, tentu saja pelatih akan mudah untuk meramu,” kata Agung.

Related Posts:

Curug 7 Bidadari

Curug 7 Bidadari adalah sebuah wisata air terjun yang terletak di lereng gunung Ungaran tepatnya berada di desa Keseneng, Kecamatan Sumowono. Kabupaten Semarang, jaraknya kurang lebih  9 Km dari tempat wisata Bandungan dan kurang lebih 7 Km dari Candi Gedung Songo.



Mengapa dinamakan Curug 7 Bidadari ?
Mau tau jawabanya...???

Dinamakan Curug 7 Bidadari karena, tempat ini mempunyai keunikan tersendiri pada jumplah curug nya, jumplah curug (air terjun) berjumplah tujuh dan terbentuk secara alami. 

Curug 7 Bidadari memiliki 3 tingkatan, pada tingkat pertama terdapat 1 air terjun. Pada tingkat kedua terdapat 2 air terjun, dan yang paling bawah ada 4 air terjun yang saling berdampingan. Jarak antara tingkat pertama ke tingkat kedua memiliki ketinggian sekitar 7 meter, sedangkan jarak tingkat kedua ke tingkat ketiga sekitar 6 meter. 

Air terjun ini hasil aliran alami dari Gunung Ungaran karena memang letaknya yang tidak berada jauh dari Gunung Ungaran. Suasana sekitar masih asri dan alami, karena berada di bawah tebing yang atasnya hutan dengan berbagai tanaman rimba. Sedangkan di sebelah timur terdapat hamparan sawah yang berbentuk terasering yang ditanami tanaman padi dan berbagai sayuran. 

Kedung Wali Di bagian atas curug ini terdapat sebuah kedung berukuran 70 cm dan kedalaman 60 cm yang airnya sangat jernih. Kedung ini diyakini oleh masyarakat sekitar sebagai tempat pemandian para bidadari. Menariknya, menurut masyarakat sekitar air dari kedung dapat membuat awet muda dan menyembuhkan berbagai macam penyakit. 
Keberadaan Kedung Wali ini oleh masyarakat sekitar dikaitkan dengan Kyai Mandhung, seorang pengikut pangeran Diponegoro yang menjadi tetua Dusun Keseneng dan dimakamkan tidak jauh dari komplek Curug & Bidadari. Untuk menuju tempat ini diperlukan waktu sekitar 1-1,5 jam dari kota Semarang. Sedangkan untuk memasuki Curug 7 Bidadari pengunjung akan dikenakan tiket masuk yang tergolong murah sebesar Rp 2.000 dan biaya parkir Rp 1.000.

Related Posts:

PSIS Berada Di Grup 4 DU Liga Indonesia

Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2014 sudah dipastikan akan diikuti oleh 63 klub, kemudian keseluruhan klub tersebut akan dibagi menjadi 8 grup.

Faktor geografis menjadi faktor terpenting didalam menentukan pembagian Grup ini, Dengan demikian sudah bisa dipastikan dari 63 peserta kompetisi Devisi Utama Liga Indonesia 2014 dibagi menjadi 8 grup.




Pembagian Grup Devisi Utama Liga Indonesia 2014, sebagai berikut

GRUP 1

  1. Persiraja Banda Aceh
  2. PSAP SIGLI
  3. PSBL Langsa
  4. PSMS Medan
  5. PS Kwarta
  6. PS Bintang Jaya
  7. Pro Duta FC
  8. PSPS Pekanbaru
GRUP 2
  1. Persih Tembilahan
  2. Persitara Jakarta Utara
  3. PS Bengkulu
  4. Villa 2000
  5. PS Bangka
  6. Persikat Kota Depok
  7. Persikabo Merangin
  8. Persikabo Kab. Bogor
GRUP 3
  1. Persipasi Bekasi
  2. Persika Karawang
  3. Persikap Kab. Bandung
  4. Persipon Pontianak
  5. Persires Kuningan
  6. PSGC Ciamis
  7. PSCS Cilacap
  8. Persibangga Purbalingga
========================================================================
GRUP 4
  1. Persip Pekalongan
  2. PSIS Semarang 
  3. Persiku Kudus
  4. PSIR Rembang
  5. Persipur Purwodadi
  6. Persis Solo
  7. PPSM Sakti Magelang
  8. Persitema Temanggung
========================================================================
GRUP 5
  1. PSIM Yogyakarta
  2. PSS Sleman
  3. Persinga Ngawi
  4. Persenga Nganjuk
  5. PSBK Kota Blitar
  6. PSBI Biltar
  7. Madiun Putra FC
  8. Perseman Manokrawi
GRUP 6
  1. PS Mojokerto Putra
  2. Perseta Tulung Agung
  3. Persepar Palangkaraya
  4. Martapura FC
  5. Deltras Sidoarjo
  6. Persekap Kota Pasuruan
  7. Persida Sidoarjo
  8. Pasa Mania Borneo FC
GRUP 7
  1. Persekam Metro FC
  2. Persebo Bondowoso
  3. Persid Jember
  4. Persewangi Banyuwangi
  5. Persego Gorontalo
  6. Persbuol Buol
  7. PS Sumbawa Barat
GRUP 8
  1. Persiwa Wamena
  2. Persigubin
  3. Persifa
  4. Perseka
  5. Persidafon
  6. Yahukimo FC
  7. Persewon
Adapun Kick Off akan dilakukan pada tanggal 15 April 2014.


Related Posts:

Gedung DPRD Tingkat II Kota Semarang

Gedung DPRD Tk II kota Semarang ini, menurut sejarahPertama kali di bangun berfungsi sebagai sebuah Villa Milik Famili Gimberg. Villa-villa seperti ini banyak sekali berdiri di jalan Pemuda yang mayoritas dimiliki oleh orang kaya mayoritas dari negeri Kincir Angin.

Villa ini memiliki halaman yang sangat luas, maka dari itu villa ini dialihkan menjadi Gedung DPRD kota Semarang di jaman sekarang.

Kira-kira pada tahun 1960-an pernah digunakan sebagai gedung DPU kota Semarang, dan pada era inilah terjadi penambahan dinding berjendela pada bagian depan bangunan. Kemudian sekitar tahun 1980 terjadi perubahan besar-besaran , pilar-pilar ditutup dan bagian depan ditambahkan knopi bergaya bangunan khas Romawi Kuni.Ditambahkan juga bangunan yang sama sekali baru dan bertingkat banyak, di bagian belakang gedung lama, dengan oramen yang disesuaikan dengan bangunan yang sudah ada. Sebetulnya pada bagian tengah terdapat bangunan, tetapi sudah dirobohkan. 

Komplek bangunan merupakan satu-satunya bangunan kantor pemerintahan yang mempunyai gaya Arsitektur Eropa yaitu perpaduan antara Arsitektur Yunani dan Romawi Kuno. Integritas arsitektur tercermin pada langgam Klasik – Ionic yang dianut oleh bangunan ini, dengan hasil-hasil kekriyaan berupa ukiran pada bagian facade bangunan yang diselesaikan dengan cermat dan sangat halus. Bahan batu bata yang digunakan yaitu batu bata menambah kesan anggun pada bangunan yang menampakkan tipikal bangunan villa ini.

Alamat Gedung DPRD Tk II Kota Semarang ini berada di jalan Pemuda No. 148

Related Posts:

Alot, Akhirnya Alcorse Gabung PSIS

Manajemen PSIS Semarang akhirnya melakukan negosiasi dengan Julio Alcorse. Upaya menegosiasi mantan pemain Persijap Jepara musim lalu itu berhasil setelah pengurus melakukan pertemuan dua kali, terakhir pada Senin (17/3) malam. 

Semula nilai yang ditawarkan oleh manajemen dianggap terlalu kecil dari permintaannya. Tapi setelah dilakukan negosiasi ulang, membuahkan hasil. Akhirnya, pemain berusia 32 tahun itu sepakat untuk memperkuat Mahesa Jenar musim ini. Dengan bergabungnya Julio Alcorse, berarti saat ini skuad pemain asing di PSIS sudah penuh.

Musim ini, PSIS bakal diperkuat dua legiun asing. Selain Alcorse, Ronald Fagundez, playmaker asal Paraguay tersebut sudah membubuhkan tanda tangan lebih dulu. Sesuai dengan keputusan PT. Liga Indonesia (LI), tim Divisi Utama musim ini maksimal diperkuat dua pemain.

Tanda tangan kontrak pemain dilakukan di kantor Yoyok Sukawi, Direktur Utama PT Mahesa Jenar Semarang di Jalan Ki Mangunsarkoro Semarang, Selasa (18/3) sore. Kontrak tersebut dibuat dua versi, satu bahasa Indonesia dan satu bahasa Inggris. Sudah deal-nya negosiasi harga dengan Alcorse itu disampaikan oleh Manajer PSIS Wahyu Winarto. ''Alcorse sudah deal,” ungkap Wahyu Winarto.

Performa Alcorse memang gemilang selama mengikuti latihan dan seleksi di Stadion Jatidiri. Melalui seleksi kurang dari satu pekan, pemain yang pernah memperkuat FC Luzern Swiss itu akhirnya direkomendasi oleh tim pelatih. Padahal PSIS sudah banyak dilamar pemain asing, namun mayoritas adalah debutan seperti Dembele Makan dan Juan Acuna Munoz.

Pemain berpengalaman seperti Fernando Soller, Fahad Khaled Al Dossari, dan Ramon Souza, juga tereliminasi dalam seleksi. Namun demikian, Alcorse masih ada sedikit catatan, yakni terkait dengan kebugaran tubuh. Selama mengikuti seleksi dan latihan, kondisi fisiknya belum setara dengan pemain Mahesa Jenar lainnya.

Pelatih PSIS Eko Riyadi menyatakan selama ini tidak ada masalah terkait dengan kondisi fisik Julio Alcorse selama mengikuti latihan bersama Ronald Fagundez dkk. Namun, diakuinya memang kebugarannya belum bisa disamakan dengan anak asuhnya yang lain.

''Kalau sama, ya belum. Soal itu nanti akan saya bicarakan dengan pelatih fisik, bagaimana perbaikan ke depannya dan saya kira masih bisa lah. Selama ini tidak ada masalah ketika mengikuti latihan fisik,”ujar pelatih asli Semarang ini.

Dengan masuknya Alcorse menjadi bagian dari tim, saat ini PSIS masih membutuhkan tambahan 1 striker lokal lagi. Pasalnya, Aldo Prasetyo, eks penyerang pemain PSP Padang yang sempat ikut seleksi sudah dipulangkan bersama dengan Fahad Khaled beberapa waktu lalu.

Related Posts:

Dampak Negatif Golput

Menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif pada 9 April 2014 dan Pemilihan Presiden (Pilpres) Juli mendatang, Media Semarang mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya secara benar.
Sebab, dengan berpartisipasi dalam kedua even tersebut merupakan wujud penyaluran aspirasi masyarakat didalam perjalanan negara dan bangsa Indonesia, sebagai warga negara Indonesia yang bertanggung jawab. Sebaliknya, pengabaian hak pilih berdampak negatif bagi pembangunan Indonesia.
"Mengabaikan hak pilih pada pemilu, menyebabkan dampak negatif bagi pembangunan nasional," 
Paling tidak terdapat tiga dampak negatif dari pengabaian hak pilih dalam pemilihan umum (pemilu), khususnya jika penduduk yang berpartisipasi dalam pemilu berjumlah rendah.
Pertama, program pembangunan yang disiapkan oleh Presiden terpilih berpotensi tidak didukung oleh mayoritas penduduk.
Salah satu alasannya adalah karena penduduk yang tidak menggunakan hak suaranya tidak merasa menjadi pendukung dari program tersebut.
Oleh sebab itu, potensi gagalnya pencapaian tujuan pembangunan menjadi cukup besar, dan ini sangat berbahaya bagi suatu negara yang umur demokrasinya masih muda.
Kedua, kelompok yang tidak menggunakan hak suara pada saat pemilu berpotensi menjadi kekuatan yang dapat melakukan 'sabotase' atas program-program yang telah disusun oleh pemerintah yang dikomandoi oleh Presiden terpilih. Risiko ini dapat berupa 'pembelokan' arah pembangunan, maupun berupa hambatan yang dapat memperlambat laju pembangunan.
Ketiga, kelompok yang tidak menggunakan hak suara, secara politis merasa berada diluar dari sistem politik yang dibangun, sehingga mereka dapat menganggap dirinya tidak bermasalah jika tidak memberikan dukungan kepada Pemerintah yang dipimpin oleh Presiden terpilih.
"Dan ini jelas tidak sehat yang salah satunya ditandai dengan besarnya angka partisipasi didalam dukungan atas gerak pembangunan," katanya.

Related Posts:

Wana Wisata Penggaron

Wana Wisata Penggaron merupakan sebuah kawasan wisata alam yang terletak di desa Susukan Kecamatan Ungaran Kabupaten Semarang. Ya... kurang lebih 2 Km dari kota ungaran.

Wana Wisata ini merupakan salah satu hutan binaan Kesatuan Bisnis Mandiri Wisata, Benih dan Usaha lain, Perum Perhutani I Jawa Tengah, 

Para pengunjung bisa memanfaatkan Wana Wiata Penggaron ini untuk berbagai aktivitas, mulai dari olah raga, jungle tracking, out bound training, latihan SAR dan Pramuka, rekreasi, bahkan bisa melakukan penelitian dan kepentingan ilmu pengetahuan.

Wana Wisata Penggaron juga merupakan lokasi pengamatan burung (bird watching) yang cukup bagus. Selain lokasinya yang sangat dekat dengan kota, Wanawisata Penggaron juga memiliki koleksi hidupan liar terutama burung yang cukup banyak dan menarik. SBC mencatat setidaknya ada 97 spesies yang terdapat dalam wanawisata tersebut. Dengan beberapa spesies yang menarik seperti Merak Hijau, Elang Ular Bido, Kadalan Birah, Kadalan Kembang dan beberapa raptor migran.
Potensi berupa keanekaragamanjenis burung di dalamnya serta jalur migrasi raptor dari belahan bumi utara tersebut, diharapkan mampu membuat Wana Wisata Penggaron bukan hanya dikenal sebagai hutan wisata yang biasa saja, namun juga mampu menjadi ekoeduwisata (wisata alam yang berwawasan lingkungan dan pendidikan).
Menuju Lokasi : Dari arah Semarang setelah Taman Unyil maju terus, setelah Bappeda Kabupaten Semarang belok kiri, belok kiri lagi lantas belok kanan. Bisa juga setelah Mapolres Ungaran belok kiri, lurus mentok belok kiri, maju terus mentok belok kanan, setelah menyeberangi jembatan Tol Semarang Solo, Wana Wisata Penggaron ini berada di sebelah kiri jalan.

Related Posts:

PSIS Terancam Kehilangan Alcorse

SEMARANG. Proses perekrutan Striker asingJulio Cesar Alcorse sudah memasuki tahap negosiasi. Pada pertemuan pertama belum menemukan titik temu antara manajemen dan pemain Argentina ini.

PSIS pun akan terancam kehilangan Alcorse bila negosiasi yang kedua juga mengalami jalan buntu. Pihak manajemen dan Alcorse belum ingin mempublikasikan nilai kontrak yang diminta. Akan tetapi kabar yang telah beredar,eks Persijap Jepara ini meminta dua kali lipan atas anggaran yang sudah disiapkan manajemen PSIS Semarang.

Hal tersebutlah yang memaksa manajemen memikir ulang untuk memiliki Alcorse. Namun kedua belah pihakbersikap fleksibel, manajemen pun menunggu perkembangan pada pertemuan tahap kedua.

Sedangkan striker jangkung tersebut juga tak mau terburu-buru meninggalkan kota Semarang, tetapi lebih memilih masih berlatih bersama Fauzan Fajri Cs di Stadion Jatidiri.

Harga Alcorse masih terlalu tinggi untuk PSIS, tetapi hal tersebut merupakan suatu hal yang biasa, karena masih penjajakan tahap pertama. Yang terpenting masih ada niat untuk bernegosiasi, Ujar manajemen Tim PSIS Semarang.

Mahesa Jenar pun telah menyiapkan skenario guna memikat Alcorse bergabung dengan PSIS.Yaitu, pertama, melakukan pendekatan personal dengan pemain agar ia lebih melunak. Apabila hal tersebut masih Gagal, maka manejemen mencari striker asing lain yang sesuai dengan karakter permainan PSIS dan anggaran yang ada.

Pemain Argentina tersebut juga berharap ada kesepakatan antara kedua belah pihak, pasalnya Alcorse juga ingin bergabung dengan tim yang pernah menjuari Liga perserikatan tahun 1987 ini.

Related Posts:

Golput Tak Selesaikan Masalah

Pemilu Semarang. Kampanye terbuka Pemilu 2014 sudah dimulai pada Minggu, 16 Maret 2014. Hal tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepakatan Pemilu Damai oleh ketua Parpol masing-masing dan diketahui oleh Muspida, dilanjutkan konvoi politik pada Sabtu, 15 Maret 2014 kemaren.

Dari 12 Parpol peserta pemilu, semuanya sangat memaksimalkan ajang ini untuk mempromosikan partai dan calonnya kepada rakyat. Dengan diadakannya sosialisasi dan kampanye terbuka ini dimaksudkan untuk menekan jumplah Goput di Pemilu 2014.

Dari data sejumlah pemilih 1.101.290 di kota semarang, KPU menargetkan bisa mengumpulkan Hak Pilih 76 persen. Dan guna menekan angka Golput, KPU pun juga ikut serta mensosialisasikan dengan berbagai cara, diantaranya memanfaatkan jejaring sosial dan kegiatan rutin dengan cara memberikan pengarahan-pengarahan Pemilihan Umum pada pemilih pemula.

Selogan baru pun juga mulai di sebarkan 

"Gak Nyoblos Ga Keren"

Selogan tersebut ditujukan bagi para pemilih pemula di kota Semarang. Dan bagi pemilih yang sudah terbiasa memilih, Selogan guna menekan angka golput pun didendangkan, yaitu :

"GOLPUT tak Menyelesaikan Masalah"

Semoga cara-cara tersebut bisa menekan jumplah golput di kota Semarang, Apapun partai dan caleg yang anda pilih, yang terpenting bisa memegang aspirasi rakyat, demi kesejahteraan rakyat lima tahun kedepan. Pelajari karakter partai dan caleg dengan teliti, jangan sampai GolPut.

Untuk mengetahui Tips Memilih Calon Legislatif "Caleg". silahkan Klik DISINI mungkin bisa membantu pembaca dalam menentukan aspirasi.

Terimakasih.




Related Posts:

Suntikan Dana Segar PSIS

Sebelum kompetisi Devisi Utama Liga Indonesia bergulir, tim kebanggaan wong semarang PSIS akan mendapatkan suntikan dana segar guna mengarungi kompetisi Devisi Utama tersebut.

Sebuah perusahaan air minum kemasan sudi dan siap menjadi sponsor PSIS Semarang, dan dengan bergabungnya perusahaan ini maka dengan demikian ada dua sponsor yang sudah masuk untuk PSIS. Sebelumnya Yahama Motor telah membubuhkan tanda tangan, sedangkan untuk pembubuhan tanda tangan perusahaan air minum ini belum bisa dilakukan sekarang, mengingat dalam-masa-masa pemilu.


Direktur Utama PT Mahesa Jenar Semarang Yoyok Sukawi menuturkan, dengan air minum kemasan sudah deal, hanya tinggal tanda tangan saja. Logo dari perusahaan itu nanti akan mengisi di bawah nomor punggung di belakang jersey.  

Namun, penandatanganan kerjasama itu tidak akan dilakukan dalam waktu dekat. "Kan masih kampanye, jadi nunggu sampai pertengahan April. Kalau saat-saat ini nanti dianggap politis," ungkap pemilik nama asli AS Sukawijaya ini.

Dia belum bersedia membeberkan kucuran dana yang akan diberikan oleh perusahaan tersebut. "Nanti pasti disampaikan, saat penandatanganan kerjasama," jelas dia.

Manajemen PSIS Semarang saat ini masih  terus mencari sponsor untuk mengarungi kompetisi Divisi Utama 2014. Sebab pengurus menargetkan pendapatan dari pihak ketiga ini hingga Rp1 miliar.
Sementara, pendapatan dari sponsor belum mencapai target.

Terkait dengan pihak perbankan dan perusahaan makanan kemasan di bagian depan jersey PSIS yang sempat dijajaki, sampai sekarang belum deal.                  

Menurut Yoyok keberadaan sponsor sedikit membantu keuangan Mahesa Jenar. Namun demikian, dia menegaskan bahwa tanpa adanya banyak sponsor, skuad PSIS tetap akan melakoni
kompetisi sampai akhir.

"Kita tidak pernah memaksa, karena kerjasama ini sama-sama menguntungkan. Tanpa sponsor pun, kita tetap akan sampai finish," paparnya



Related Posts:

Kooperatif, Alcorse Makin Dekat dengan PSIS


Bergabungnya Julio Alcorse di PSIS Semarang sudah semakin mendekati kenyataan. Manajemen sudah melakukan negosiasi terhadap nilai kontrak pemain berpaspor Argentina tersebut. Namun demikian, bekas pemain Persijap Jepara dan Persibo Bojonegoro tersebut belum ada kesepakatan atas nilai kontrak yang ditawarkan pengurus.


Kendati demikian, pemain kelahiran Argentina 17 September 1981 ini tidak akan ngotot nilai kontrak yang diminta harus sesuai dengan keinginannya. Dirinya tetap bersedia membuka kran dialog dengan pengurus, untuk tawar menawar harga.  



Para pengurus sudah melakukan negosiasi harga dengan pemain yang kenyang pengalaman di Liga Argentina tersebut pada Jumat (14/3) siang, di salah satu rumah makan di Jalan Sultan Agung Semarang.



Dalam pertemuan tersebut dihadiri General Manajer PSIS Kairul Anwar, Direktur Teknik Setyo Agung Nugroho dan Manajer Tim Wahyu Winarto. Namun demikian, dalam pertemuan tersebut belum menemukan kata sepakat.



“Tapi saya open. Akan ada pembicaraan lagi Senin (17/3), karena bos besar (Dirut Yoyok Sukawi) belum hadir,” ungkap Julio Alcorse, yang ditemui di mes PSIS, di  Wisma Stadion Jatdiri, Semarang, kemarin.



Menurut dia, nilai yang ditawarkan oleh manajemen belum sesuai dengan harapannya selama ini. “Dia (pengurus) mau kasih, jauh dari yang saya mau,” ujar bekas pemain FC Luzern Swiss itu.



Performa Alcorse memang menjanjikan. Kendati kurang dari dari sepekan mengikuti seleksi dan latihan di Stadion Jatidiri Semarang, pemain tersebut mampu menunjukkan kualitasnya sebagai pemain impor.



Alcorse merupakan pelamar asing kedua, yang bisa sampai ke tahap negosiasi harga, dan berhasil menyingkirkan rivalnya Fahad Khaled yang datang bersamaan. Kendati kondisi fisiknya belum sebugar pemain Mahesa Jenar lainnya, dia dinilai bisa memberikan kontribusi kepada tim, kelak jika direkrut.



Pelatih PSIS Semarang Eko Riyadi tidak mau berkomentar banyak terhadap Julio Alcorse. “Ditanya langsung saja orangnya, biar manajemen langsung,” kata dia singkat.



Skuad PSIS memang membutuhkan tambahan satu pemain asing di lini depan. Setiap tim Divisi Utama, dibatasi hanya merekrut dua pemain asing. Sebelumnya PSIS sudah menggaet Ronald Fagundez di lini tengah, sehingga masih membutuhkan satu asing lagi.



Selain satu asing, di lini depan masih ada lowongan striker lokal, namun yang sudah berpengalaman. Untuk posisi ini, PSIS masih menyeleksi Aldo Prasetyo, bekas pemain PSP Padang.  Saat ini hanya ada dua pemain asing utama yakni Harry Nur dan Saptono, serta striker magang Wahyu Saputra.

Sumber : SindoNews.com

Related Posts:

Demam Pileg "Pemilihan Caleg"

Demam Pileg muali melanda, bukan penyakit sich tetapi gaung gempitanya mewabah hingga pelosok Nusantara, Demam Pileg (Pilihan Legislatif) menentukan maju atau mundurnya negara ini, menderita atau sejahteranya rakyat Indonesia. 

Semua hal tersebut berada dalam genggaman kita, tentukan Caleg "Calon Legislatif" dengan tepat, hilangkan sifat-sifat dibawah ini dalam memilih Anggota Legislatif :


  1. Jangan Pilih yang penyuap, walaupun hanya disuap Daging Sapi. Caleg yang memberikan bantuan baik berupa uang maupun pembangunan buat kampung, biasanya akan mencari pengembalian modal disaatsudah jadi kelak. Jika sudah begitu, ujung-ujungnya korupsi. Menderitalah nasib rakyat Indonesia.
  2. Jangan Pilih yang Menebar Janji. Berdasarkan pengalaman yang sudah-sudah, banyak pemimpin yang saking banyak mengobral janji demi kesejahteraan rakyat malah menjadikannya lupa menepati janjinya. Sebanarnya Lupa atau sengaja melupakannya ya ??? hehehe
Yang jadi pertanyaan sekarang ? 
  • Apakah anda sudah masuk dalam DPT ?
  • Apakah anda akan hendak memilih salah seorang Caleg ?
Penulis sendiri tak tahu seberapa besar peserta Pemilu Caleg yakin atas Calon Legislatif "Caleg" yang sudah terdaftar pada KPU. Bagi pemilih yang masih bingung menentukan pilihannya terutama Pemilih Pemula, ada sedikit "Tips Memilih Calon Legislatif (Caleg) 2014".

Berikut ini tipsnya :

Utamakan Fakta. 
Baik iklan, poster, selebaran dan lain-lain seperti pada umumnya mohon diabaikan dahulu karena dari kebanyakan tersebut, biasanya cuman berisikan janji dan pose murah senyum.

Abaikan Partai. 
Dari sebagian Caleg belum terdapat dari golongan independen atau tanpa lewat sebuah partai. Nah iapa tahu ada seorang kandidat yang anda betul-betul mengetahui karakter dan sifat walaupun tidak separtai dengan anda, hal ini bisa menjadi prioritas pertama. Setidaknya Caleg tersebut mempunyai perspektif yang tak jauh beda dengan anda.

Pertimbangkan Anjuran. 
Bila ada kandidat yang Anda hormati, semisal orang tua, atau orang tersebut dikenal orang yang kita kenal, mungkin kandidat tersebut pantas dipilih (disertai riset lebih bagus lagi). Setidaknya kita bisa mendengarkan pendapat orang tersebut soal kenapa dia suka kandidat tertentu. 


Contoh Poster Caleg



Bila masih sulit, coba tip yang lebih sederhana berikut ini:
  • Mengingat 90% caleg adalah incumbent atau yang sudah pernah terpilih, Anda bisa abaikan mereka, kecuali mungkin yang punya prestasi bagus..
  • Coba pelajari siapa saja yang Anda ketahui melanggar aturan kampanye (contoh: membujuk atau mempengaruhi dengan memberikan uang kepada pemilih). 
  • Referensi aturannya bisa dilihat di sini saja. 
Kalau kedua proses tadi sudah selesai dan masih ada caleg tersisa, mungkin dia pilihan yang baik. Kalau ternyata tidak ada yang bisa dipilih, setidaknya Anda jadi tahu kenapa banyak orang jadi Golput™.
ILUSTRASI PEMILU 2014



Related Posts:

PSIS, Bingung Gelar Uji Coba Kandang

Ujicoba yang sudah direncanakan pada bulan maret ini berantakan, hal itulah yang membuat jajaran manajemen PSIS Semarang Bingung. Padahal sesuai rencana PSIS telah mengagendakan 4 uji coba dengan tim selevel masing-masing dua kali tandang, dan dua kali tandang.

Selama ini uji coba masih dilakukan satu kali saat melawan PSIR Rembang, dan masih ada 3 sisa agenda pertandingan lagi. Untuk uji coba hari ini dengan Persiku Kudus sudah bisa dipastikan batal, karena belum mendapatkan ijin digelarnya sebuah pertandingan dari kepolisian, karena berbenturan dengan jadwal  kunjungan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono.

Tak pelak, semua ini memaksa manajemen PSIS Semarang untuk memutar otak lagi guna menyusun jadwal agenda uji coba. Dari pihak manajemen sendiri mengaku sangat sulit membuat jadwal, dikarenakan mulai Minggu, 16 Maret s/d 5 April 2014 merupakan jadwal tahapan kampanye Pemilu Legislatif.

Manajemen sendiri sebenarnya sudah mengomunikasikan terkait rencana uji coba di Stadion Jatidiri Semarang dengan pihak  kepolisian karena bertepatan dengan jadwal kampanye. Namun, pihak berwajib menginginkan agar pertandingan uji coba dilakukan tanpa penonton. Kondisi ini cukup merepotkan pengurus.

“Kan tahu sendiri, kita juga menyewa stadion, memberikan match fee kepada tim lawan dan membiayai hotel tim tamu. Kalau tanpa penonton, otomatis tidak ada pemasukan dari sektor tiket,” ujar asisten Manajer PSIS, Didik Septiyono, kemarin.

Atas dasar itu, saat ini masih terus dipertimbangkan untuk digelar uji coba secara tertutup. Namun demikian, hal ini tidak mudah mengingat banyak masyarakat yang tentu saja tidak ingin melewatkan tim kebanggaannya melakukan uji coba di rumah sendiri. Padahal kepolisian dengan tegas sudah melarang pertandingan boleh, asal tanpa penonton.

Menurut dia, saat ini Manajer PSIS Wahyu Winarto masih mengkaji opsi pertandingan uji coba tanpa penonton. Kendati, hal ini tidak semudah membalikkan telapak tangan. Bisa saja pengurus rela tanpa penonton, tapi suporter juga belum tentu bersedia melewatkan pertandingan tersebut.

“Ketika tidak ada penonton, penonton pasti tetap datang, ini juga jadi masalah. Izin uji coba di home sangat sulit, tapi kalau pertandingan away, kita berani,” katanya.

Lebih jauh Didik menjelaskan, sebenarnya tim yang mengajak uji coba dengan PSIS di Stadion Jatidiri cukup banyak. Ada tim tetangga Persipur Purwodadi, PSDP Ciamis, dan Persikab Kabupaten Bandung. PSIS sudah tidak perlu lagi menjajal kekuatannya dengan tim lokal, karena itu sudah dilakukan beberapa kali.

“Kan tidak mungkin dengan tim lokal lagi. Sementara ini, besok (hari ini) terpaksa melakukan game dengan teman satu tim di Jatidiri, meski tidak akan optimal karena tentu masing-masing pemain bermain hati-hati karena lawan yang dihadapi teman satu tim,” paparnya



Related Posts:

PSIS, Pertimbangkan Rekomendasi Cesar

Julio Cesar Alcorse sangat berpeluang untuk direkomendasi masuk di skuad PSIS Semarang. Pemain berpaspor Argentina yang musim lalu memperkuat Persijap Jepara itu menunjukkan progres yang baik sejak mengikuti latihan.

Dari sisi teknik, pemain yang kenyang pengalaman bermain di Liga Argentina itu tidak ada masalah. Alcorse hanya membutuhkan latihan fisik untuk memulihkan kondisi tubuhnya, karena sudah vakum beberapa bulan pasca hengkang dari Jepara.

Pada latihan penyelesaian akhir di Stadion Jatidiri Semarang kemarin, baik melalui shooting dan sundulan dari umpan tarik, beberapa kali mampu dieksekusi dengan baik. Beberapa sundulannya ke arah gawang juga mengalir kencang.

Khusus untuk pemain di lini depan, seperti Harry Nur Yulianto, Saptono, Wahyu Saputra dan Alcorse kemarin diberi porsi finishing touch. Secara bergiliran mereka memberikan umpan tarik dan juga melakukan eksekusi. Dari beberapa umpan tarik, Alcorse terlihat mampu menyelesaikan dengan baik, meski beberapa ada yang gagal.  

Pelatih PSIS Eko Riyadi menilai perkembangan Alcorse selama mengikuti latihan dan seleksi cukup bagus. Tidak ada kendala serius yang dialami pemain negara Latin tersebut. ''Dalam satu dua hari ini, sudah ada keputusan. Dilihat dari session game kan bisa. Teknik tidak ada masalah yang penting bisa adaptasi dengan anak-anak,” ungkap Eko Riyadi, usai latihan.

Menurut pelatih asli Semarang ini,  soal kondisi fisik, pemain kelahiran 17 September 1981 ini memang belum seperti pemain Mahesa Jenar lainnya. Hal ini karena dia baru masuk, sedangkan Ronald Fagundez dkk, sudah mengikuti latihan, baik tehnik, fisik dan taktik, sudah beberapa bulan. ''Kata pelatih fisik, untuk kondisi fisiknya bisa ditingkatkan mendekati pemain lainnya,” papar dia.

Dari pantauan di lapangan, terlihat memang ketahanan tubuh Alcorse masih payah. Kendati beberapa pemain lain masih terlihat segar, dia justru sudah letih. Manajer PSIS Wahyu Winarto mengaku masih menunggu keputusan dari pelatih. ''Paling lama Sabtu, sudah ada keputusan. Kalau memang pelatih sudah mantap akan direkomendasikan dan selanjutnya akan kami negosiasi,” ungkapnya.

Pria yang akrab disapa Liluk ini menambahkan, PSIS masih menjajaki sejumlah tim selevel untuk uji coba. Karena bersamaan dengan hari-hari kampanye Pemilu Legislatif (Pileg), diakuinya cukup sulit untuk mendaptkan izin dari kepolisian. ''Masih terus kami upayakan,” kata dia.

Related Posts:

Klik Iklan