Pelabuhan Tanjung Emas

Pelabuhan Tanjung Emas, jadi teringat lagu campursari Didi Kempot Tanjung Mas Ninggal Janji. hehehehe, Kembali ke laptop tema, yang akan Media Semarang bahas bukan Judul lagu campur sari tetapi Pelabuhan Tanjung Emas kota Semarang.

Selain memilik Bandara yaitu Bandara Ahmad Yani, di kota Semarang-Ibu Kota Jawa Tengah juga memiliki sebuah Pelabahun yaitu Pelabuhan Tanjung Emas atau wong Semarang nyebut Tanjung Mas. Pelabuhan di Semarang ini di kelola oleh PT. Pelabuhan Indonesia III (Persero) sejak tahun 1985.

Pelabuhan Tanjung Emas merupakan satu-satunya pelabuhan yang ada di kota semarang, letaknya sekitar 5 km dari Tugu Muda, ya kira-kira 15-20 menit jika ditempuh dengan kendaraan bermotor.. Di Dermaga Pelabuhan Tanjung mas ini menyediakan fasilitas : Nusantara, Pelabuhan dalam II, Dermaga Gd VII, DUKS PLTU, DUKS Pertamina, DUKS Best serta DUKS Sriboga. 

Di pelabuhan ini juga didukung berrbagai peralatan, mialnya :
  • Kapal tunda
  • Kapal pandu
  • Kapal kepil
  • Gudang
  • Lapangan penumpukan
  • Alat bongkar
Macam Pelayanan di Pelabuhan Tanjung Emas, meliputi :
  • Pelayanan kapal
  • Pelayanan barang
  • Pelayanan terminal
  • Pelayanan tanh
  • Pelayanan Bangunan
  • Pelayanan Air dan listrik.
Sepertinya tak lengkap jika hanya membahas Fasilitas dan pelayanan yang ada di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang saja, Ok... ok, buat para pengunjung dan pembaca yang budiman Media Semarang juga akan membahas tentang Sejarah Pelabuhan Tanjung Emas.
 
Sekilas Sejarang Pelabuhan Tanjung Emas. 
Pada mulanya Pelabuhan Tanjung Emas semarang bernama Pelabuhan Semarang, yang pada waktu itu berupa sungai kecil atau kali Semarang yang menjadi satu-satunya sebuah urat nadi pengangkutan barang dari dan ke kapal Samudera yang berlabuh dilepas pantai. Pada menara Mercusuar pelabuhan Semarang tertera tulisan 1874, ini bisa diartikan bahwa Pelabuhan  Semarang berdiri pada abda-19 walaupunsekarang sudah ada penambahan fasilitas Nusantara. Sayangnya Pelabuhan Tanjung Emas masih terbatas disandari kapal-kapal berukuran besar pada masa itu yang bisa merapat dan bersandar di dermaga. Kapal besar yang bisa merapat atau bersandar di dermaga maksimal kapal dengan draff 5 meter atau berukuran krang lebih 3.500 ton bobot mati (DWT). Sedang kapal-kapal dengan draf >5 meter masih harus berlabuh di luar pelabuhan atau lepas pantai yang jaraknya kuran lebih 3 mil dari dermaga. Oleh sebab itu dikenal dengan nama Pelabuhan REDE.

Sejak tahun 1970, arus kapal dan barang di pelabuhan Semarang cenderung meningkat setiap tahunnya. Menurut data 1970-1983 kenaikan arus barang setiap tahun 10% lebih. Mengingat keterbatasan lebar alur yang kurang memadai untuk keluar masuknya kapal-kapal samudera maka pemerintah menetapkan untuk pengembangan Pelabuhan Semarang dan hingga kini namanya berubah menjadi Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

Related Posts:

Klik Iklan