Ngabuburit Ala SEMARANGan

Sebelum kita membahas Ngabuburit Ala SEMARANGan mari kita kupas dulu arti Ngabuburit. NGABUBURIT berasal dari kata burit yang berarti senja (bahasa sunda)..Setelan mendapat awalan dan imbuhan, menjadi ngabuburit, kata ini berarti suatu kegiatan menanti senja. Dan, karena kegiatan ini hanya dilakukan ketika bulan Ramadhan, maka pengertiannya menjadi suatu kegiatan yang dilakukan sambil menanti saat berbuka puasa. Ya..ngabuburit memang hanya muncul ketika bulan Ramadham. Bahkan ketika seseorang melakukan puassa sunnah, dia tak akan mengatakan ngabuburit untuk menanti saat berbuka puasa. Sudah Jelaskan makna atau arti ngabuburit. hehehehehe

Di Kota Semarang budaya Ngabuburit pun mulai dikenal dan banyak dilakukan, baik dari kalangan muda, anak-anak bahkan sampai orang tua. Salah satu tempat Favorit Ngabuburit di Kota Semarang adalah Menara Al-Husna "MAJT". Dari menara ini, lanskap Semarang, dapat kita lihat dan nikmati jelas. Rumah-rumah tampak mungil, laut membentang, dan hijaunya perbukitan. Jika Ga percaya coba saja sendiri. Dijamin menantang dan seru habis. Dan so pastinya rasa Lapar dan dahaga yang kita rasakan karena telah menjalankan Ibadah Puasa Ramdhan jadi lupa dan hilang karena keasyikan menikmati keindahan kota Semarang.

Letak Menara Al-Husna ini berada di kompleks Masjid Agung Jateng (MAJT), Jl Gajah Raya, Semarang. Tingginya 99 meter dan menjadi salah satu ikon masjid yang jaraknya sekitar 4 km dari pusat kota ini.

Khusus pada Bulan Ramadan, menara dibuka mulai pukul 05.30 – 17.00 WIB. Ada yang penasaran dengan pemandangan dari ketinggian, ada yang sekadar menghabiskan waktu sembari menunggu berbuka alias ngabuburit, dan banyak juga pengunjung yang dari luar semarang ingin melihat menara ini karena penasaran ingin melihatnya yang kebanyakan didapat dari cerita orang-orang di sekitanya.

Tidak mahal untuk bisa menikmati panorama dari menara ini. Sekali naik, tiap pengunjung hanya diminta membayar Rp 5 ribu. Jika tiket sudah didapatkan, pengunjung langsung ‘diangkut’ lift. Menara terdiri dari beberapa lantai. Lantai dasar difungsikan sebagai stasiun radio Dais (Dakwah Islam), lantai dua dan tiga untuk museum kebudayaan Islam, dan lantai 18 untuk kafe.

Di puncak menara, pengunjung bisa menikmati panorama, baik dengan mata telanjang atau teropong. Jika menggunakan teropong, pengunjung cukup memasukkan uang koin Rp 500 untuk durasi beberapa menit. Silahkan mencoba

Masjid terbesar di Jateng ini mulai dibangun pada pada tahun 2001. Lima tahun kemudian, penggunaannya diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Di lahan seluas 10 hektare tersebut juga dibangun penginapan, pusat souvenir, kios makanan, dan arena bermain. Cukup memadai untuk dikunjungi.

Ayo Bocah Semarang coba Ngabuburit Ala SEMARANGan di Menara Al-Husna area Masjid Agung Jawa Tengah

Related Posts:

Klik Iklan