SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI

tiada gading yg tak RETAK
tiada tuyul yg tak BOTAK
tiada bisul yg tak BENGKAK
tiada luka yg tk KOYAK
minal KONIDIN wal BODREXSIN
mhn maaf salah KIRIM

-> Minal Aidzin Wal Faidzin Mohon Maaf Lahir dan Bathin <-

MEDIA SEMARANG mengucapka


SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI
MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN
MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN


Related Posts:

Masjid Layur Semarang

Masjid Layur Semarang adalah salah satu masjid tua di Kota Semarang yang masih kokoh berdiri . Bangunan Masjid ini terletak di jalan Layur Kampung Melayu. Lokasinya cukup mudah dijangkau, dari arah pasar Johar ikuti jalur putar yang menuju arah kantor pos atau arah stasiun Tawang, dari rel kereta api di depan Jalan Layur, menara Masjid Layur sudah kelihatan kokoh menjulang tinggi. Dinamakan Kampung Melayu karena pada tahun 1743 sebagian besar orang yang mendiami kawasan tersebut adalah orang-orang ras Melayu.Pada masa tersebut di kampung ini terdapat tempat untuk mendarat kapal dan perahu yang membawa barang dagangan, sehingga tidak mengherankan kalau ada bagian yang dinamakan pula Melayu Dara. Lokasinya yang sangat strategis mengundang orang untuk berdiam di situ pula. Dicatat bahwa orang-orang dari Arab kemudian menempati kampung tersebut.

Dilihat dari luar, Masjid Layur menyimpan banyak sejarah masa lalu daerah sekitar masjid dan Semarang pada umumnya. Dari segi bangunan, masjid Layur termasuk salah satu masjid yang unik, masjid ini dikelilingi tembok tinggi dengan menara khas Timur Tengah berada di depan, di samping pintu masuk. Bangunan utama masjid sendiri bergaya khas Jawa dengan atap masjid susun tiga, ornamen-ornamen dinding terlihat unik dan indah. Lantai bangunan dibuat seperti rumah gadang dan hanya dapat dicapai dengan tangga yang terdapat pada sisi muka. Pondasi dari batu yang memikul struktur kerangka kayu. Masjid ini dilihat dari gaya arsitekturnya merupakan percampuran dari tiga budaya yaitu Jawa, Melayu dan Arab dengan sentuhan keindahan oleh para pembuatnya.


Walaupun sudah dimakan usia namun masjid Layur ini masih kokoh dan masih digunakan oleh masyarakat sekitar untuk beribadah. Sampai sekarang masjid ini masih terus dirawat oleh yayasan masjid setempat sebagai upaya pelestarian sejarah dan sebagai masjid tua kebanggaan Kota Semarang. Secara menyeluruh masjid Layur masih asli seperti pertama kali dibuat, hanya ada sedikit perbaikan seperti penggantian genteng dan penambahan ruang untuk pengelola pada sisi kanan kompleks masjid.

Related Posts:

Museum Rekor Indonesia "Muri"

Jika di dunia memiliki dan mengenal Guiness Book of Records sebagai tempat mencatakan rekor di dunia, maka di Indonesia negara tercinta kita ini juga memiliki tempat sendiri untuk mencatatkan rekor yang telah dibuat olah anak bangsa yaitu Museum Rekor Indonesia "MURI".

Museum yang diresmikan pada 27 Januari 1990 ini bernama Museum Rekor Dunia Indonesia atau lebih sering dikenal dengan nama Museum Rekor Indonesia (MURI). Didirikan atas inisiatif Jaya Suprana, generasi ketiga pendiri PT Jamu Jago, keberadaan MURI bertujuan untuk menggugah inspirasi dan semangat masyarakat Indonesia untuk selalu berjuang menghasilkan karya yang terbaik sesuai dengan keahliannya masing-masing. Museum Rekor Indonesia terletak satu kompleks dengan pabrik Jamu Jago, sehingga banyak orang menyebut museum ini dengan nama Museum Jamu Jago.
 
Jajaran patung ayam jago hitam dengan jengger merah berdiri di balik pagar tanaman menyambut kedatangan ku ketika penasaran ingin melihat secara langsung Museum Jamu Jago atau Museum Rekor Indonesia "MURI" yang terletak di Kecamatan Banyumanik tepatnya di jalan Setiabudi no. 179 Srondol kurang lebih 12 Km dari Tugu muda.. Setelah memarkir kendaraan dan lapor kepada petugas jaga, Aku pun bergegas berjalan menuju Museum Rekor Indonesia yang terletak di lantai dua. Tak ada tiket yang perlu dibayarkan untuk masuk ke museum ini. Saat memasuki museum Jamu Jago Alias Museum Rekor Indonesia Bin MURI ini (heheheheeee panjang amatb namanya) Aku sempat terkejut dengan keadaannya yang sangat bersih dan terang, berbeda jauh dengan image museum yang cenderung kotor dan suram. Jendela kaca yang ada dibiarkan terbuka sehingga mengalirkan udara dan cahaya. Kesan pengap dan gelap langsung lenyap, berganti dengan wangi khas jamu yang sedang diolah di pabrik.

Setelah mengisi buku tamu, Aku pun mulai mengeksplorasi isi museum. Pandangan  langsung ttertujuj pada lipstik raksasa setingi 3 meter yang memecahkan rekor sebagai lipstik terbesar di Indonesia. Di sebelah lipstik terdapat lukisan wajah Ciputra berukuran 2,44 m x 1,87 m. Yang menarik dari lukisan ini adalah keseluruhannya terbuat dari paku yang jika ditimbang beratnya mencapai 1,5 kuintal. Satu lagi yang menyedot perhatian yaitu patung Budha terkecil yang terbuat dari rangkaian korek api. Mengingat kapasitas ruangan yang tidak begitu besar untuk menyimpan aneka benda, rekor-rekor yang sudah dipecahkan disimpan dalam bentuk dokumentasi kegiatan.

Selain menyimpan dokumentasi rekor di Indonesia, museum ini juga memiliki koleksi aneka benda yang berhubungan dengan PT Jamu Jago yang merupakan perusahaan jamu pertama di Indonesia. Koleksi tersebut berupa alat-alat yang pertama kali digunakan untuk memproduksi jamu, sampel jamu yang diproduksi pada tahun-tahun awal pendirian, maket alur produksi jamu, simplisia jamu, piagam penghargaan dan beragam koleksi lain. Usai melihat semua koleksi aku pun beranjak menuju mini bar tempat menjual aneka jamu. Jika pemberitahuan jadwal kunjungan sudah dilakukan sejak jauh-jauh hari, Anda bisa mendapatkan segelas jamu Buyung Upik atau Selasi Kunir Asem yang menyegarkan secara cuma-cuma.

Jam buka:
Senin - Jumat, pk 09:00 - 14:00 WIB (tanggal merah tutup)
Bagi pelajar maupun wisatawan yang akan berkunjung secara berombongan diharapkan memberitahukan jadwal kunjungan paling lambat dua minggu sebelum kunjungan dilaksanakan.

Related Posts:

Lowongan Kerja 10 Agustus 2011

Lowongan Kerja
Nganggur, belum punya pekerjaan, mau pindah bekerja, atau tertantang dengan pekerjaan baru.

Dibutuhkan Segera....!!!
SALES MARKETING Distributor Pulsa All Operator
Syarat :
  1. Pria/Wanita
  2. Usia Maksimal 30 Tahun
  3. Punya Kendaraan Sendiri (SIM C)
  4. Lulusan SMK sederajat
  5. Disiplin, ulet dan jujur bertanggung jawab
Segera... Kirim Lamaran ke :
PT. CONFIN PERSADA NUSANTARA
Jl. Sukun Raya No.48F Banyumanik-Semarang (024) 7464575



Related Posts:

Ngabuburit Ala SEMARANGan

Sebelum kita membahas Ngabuburit Ala SEMARANGan mari kita kupas dulu arti Ngabuburit. NGABUBURIT berasal dari kata burit yang berarti senja (bahasa sunda)..Setelan mendapat awalan dan imbuhan, menjadi ngabuburit, kata ini berarti suatu kegiatan menanti senja. Dan, karena kegiatan ini hanya dilakukan ketika bulan Ramadhan, maka pengertiannya menjadi suatu kegiatan yang dilakukan sambil menanti saat berbuka puasa. Ya..ngabuburit memang hanya muncul ketika bulan Ramadham. Bahkan ketika seseorang melakukan puassa sunnah, dia tak akan mengatakan ngabuburit untuk menanti saat berbuka puasa. Sudah Jelaskan makna atau arti ngabuburit. hehehehehe

Di Kota Semarang budaya Ngabuburit pun mulai dikenal dan banyak dilakukan, baik dari kalangan muda, anak-anak bahkan sampai orang tua. Salah satu tempat Favorit Ngabuburit di Kota Semarang adalah Menara Al-Husna "MAJT". Dari menara ini, lanskap Semarang, dapat kita lihat dan nikmati jelas. Rumah-rumah tampak mungil, laut membentang, dan hijaunya perbukitan. Jika Ga percaya coba saja sendiri. Dijamin menantang dan seru habis. Dan so pastinya rasa Lapar dan dahaga yang kita rasakan karena telah menjalankan Ibadah Puasa Ramdhan jadi lupa dan hilang karena keasyikan menikmati keindahan kota Semarang.

Letak Menara Al-Husna ini berada di kompleks Masjid Agung Jateng (MAJT), Jl Gajah Raya, Semarang. Tingginya 99 meter dan menjadi salah satu ikon masjid yang jaraknya sekitar 4 km dari pusat kota ini.

Khusus pada Bulan Ramadan, menara dibuka mulai pukul 05.30 – 17.00 WIB. Ada yang penasaran dengan pemandangan dari ketinggian, ada yang sekadar menghabiskan waktu sembari menunggu berbuka alias ngabuburit, dan banyak juga pengunjung yang dari luar semarang ingin melihat menara ini karena penasaran ingin melihatnya yang kebanyakan didapat dari cerita orang-orang di sekitanya.

Tidak mahal untuk bisa menikmati panorama dari menara ini. Sekali naik, tiap pengunjung hanya diminta membayar Rp 5 ribu. Jika tiket sudah didapatkan, pengunjung langsung ‘diangkut’ lift. Menara terdiri dari beberapa lantai. Lantai dasar difungsikan sebagai stasiun radio Dais (Dakwah Islam), lantai dua dan tiga untuk museum kebudayaan Islam, dan lantai 18 untuk kafe.

Di puncak menara, pengunjung bisa menikmati panorama, baik dengan mata telanjang atau teropong. Jika menggunakan teropong, pengunjung cukup memasukkan uang koin Rp 500 untuk durasi beberapa menit. Silahkan mencoba

Masjid terbesar di Jateng ini mulai dibangun pada pada tahun 2001. Lima tahun kemudian, penggunaannya diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Di lahan seluas 10 hektare tersebut juga dibangun penginapan, pusat souvenir, kios makanan, dan arena bermain. Cukup memadai untuk dikunjungi.

Ayo Bocah Semarang coba Ngabuburit Ala SEMARANGan di Menara Al-Husna area Masjid Agung Jawa Tengah

Related Posts:

Klik Iklan