Pasar Johar Semarang

Pasar Johar merupakan pasar Tertua dan Terbesar di Ibukota Jawa Tengah "Semarang" yang diranang oleh seorang Insinyur ternama dari Negara Belanda (wah jadi ingat Irfan Bachdim nich, hehehehee). Insinyur tersebut bernama Thomas Karsten, Pasar Johar sendiri dibuat pada tahun 1933 dan pada tahun 1936 bangunan tersebut rubah dalam rangka efesiensi ruang.


Bangunan Pasar Johar ini dibangun di atas Pasar Johar dan Pasar Padamaran. Karena tanahnya kurang luas, Pasar Johar mengambil sebagian tanah alun-alun, beberapa toko disekitarnya dan tanah penjara kabupaten.

Pasar Johar dibangun dengan menerapkan unsur-unsur arsitektur yang hingga sekarang menjadi ciri khas, yang pertaman adalah kolom-kolom yang berbentuk menyerupai jamur/cendawan (mushroom). Kedua adalah perencanaan bangunan yang cermat dan memperhatikan faktor lingkungan,. Hal ini tampak pada bagian atapnya yang dilengkapi dengan dibuat lantern, yaitu lobang untuk memasukkan sinar matahari dan penghawaan.


Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Tengah telah melakukan suatu studi pelestarian tentang Pasar Johar dan dapat diketahui bentuk asli bangunan Pasar Johar. Bangunan asli Pasar Johar terbagi menjadi tiga bagian yaitu Johar Utara, Tengah dan Selatan dengan pintu utama di sebelah barat tepatnya menghadap Masjid Kauman. Saat ini, bangunan Pasar Johar telah mengalami penambahan di berbagai sisi bentuk bangunan asli sulit untuk ditemu kenali kembali.

Pasar Johar merupakan bangunan bersejarah yang dilindungi oleh UU No 5 Tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya, UU Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung dan berapa peraturan lainnya. Berdasarkan peraturan perundang-undangan tersebut dapat disimpulkan bahwa Pasar Johar perlu untuk dilestarikan.

Related Posts:

Klik Iklan