Parodia Anak Jalan

Parodia Anak Jalan

Terlalu asyik kami, anak-anak jalan
Bermain mimpi pekat asap bus kota
Berubah Pahat Bagi Paru-paru
Pengap mengepul jadi gelombang disiang
Bising mengepul di genderang telinga

Duh jalan-jalan kini
Ini sebab kami dilahirkan
Untuk kami main, nyanyi-nyanyi dan menari
Geliat ini atas bebatuan comberan
Besar dihimpit wangi tuan Berdasi

Apa akan terus kami gali kubur
Bagi tengkorak kami sendiri
Lalu bangkit hidup yang kedua
Disulamnya lagi, untuk sesuap nasi ?


Sungguh perih tak terasa kini
Kulit btulang mengebal juga

Ya, anak jaman lain
Jangan kau lupa kami
Hidup perlu hati-hati
Sebutir padi buat kita tak lupa diri
Selongsong peluru buat kita dengki

Semoga dihidupnya
Ada sebutir padi

Semoga padanya
Tak ada sebutir saja peluru

Biarlah kami tetap disini
Menanti hujan dalam seratus mentari

Kita pasti mati
Seharga butir-butir keringat
Tapi ini bukan penghianatan

Related Posts:

Klik Iklan