Museum Mandala Bhakti

Museum Mandala Bhakti merupakan museum perjuangan TNI. Museum Mandala Bhakti Semarang ini menyimpan beberapa koleksi tentang data, dokumentasi, persejnjataan TNI baik yang tradisional hingga senjata yang modern. Serta alat-alat yang digunakan untuk mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.


Museum Mandala Bhakti ini terletak di Jl. Sugiyopranoto No. 1 (Kompek Tugu Muda) dibuka untuk umum dari hari :


Selasa s/d Kamis 
Jam 08.00 s/d 18.00 WIB
Jum'at 
Jam 08.00-10.30 WIB.
Minggu
Jam 08.00 s/d 12.00 WIB
Hari Sabtu dan Hari besar Museum Mandala Bhakti Tutup.

Museum Mandala Bhakti Memiliki dua lantai dan orientasi bangunan ke arah Utara. Pondasi dari batu, srtuktur dari bata dan dinding dari bata berplester.Bentuk atap limasan dengan bahan penutup dari genteng. Terdapat serambi pada sepanjang sisi depan bangunan, baik pada lantai pertama maupun lantai kedua.Serambi lantai pertama dinaungi lantai balkom lantai kedua. Sedangkan serambi lantai kedua dengan atap yang menyatu dengan bangunan utama. Serambi ini sebagian dinding bagian atas. Entrance tampil menonjol dengan pelubangan yang berfungsi sebagai bovenlicht dan elemen estetis. Demikian juga dinding sebelahnya, dihiasi dengan lubang-lubang yang memberi kesan formal pada fasadenya. Di atas pelubangan ini, juga terdapat angin dari tatanan rooster. Bangunan ini pertama kali dirancang sebagai Raad van Justitie atau Pengadilan Tinggi bagi golongan rakyat Eropa di Semarang. Maka tidaklah heran apabila massanya sedemikian formal dan kaku. Perancangnya adalah arsitek I. Kuhr E. dari Firma Ooiman dan van Leeuwen. Bangunan ini terletak frontal dari arah jl. Pemuda tepat di depannya adalah lapangan Tugumuda (d.h Wilhelmina plein).Melihat dari tahun berkaryanya Ir. Kuhr E. di Indonesia, diperkirakan bahwa bangunan Raad van Justitie ini dibangun sekitar tahun 1930. Tahun 1950-an bangunan ini digunakan oleh Kodam IV Diponegoro sebagai Markas Besar Komando Wilayah Pertahanan II. Sekarang digunakan oleh Kodam IV Diponegoro sebagai Museum Mandala Bhakti. Setelah Tugumuda dibangun pada tahun 1950, ternyata tugu ini tidak diletakkan si pusat bundaran, melainkan agak ke tepi, ke arah Museum Mandala Bhakti ini, agar sumbu utama bundaran mengarah langsung dan menerus dari Jalan Pemuda.


Museum Mandala Bhakti Semarang

Related Posts:

Klik Iklan