Masjid Kauman Semarang

Masjid Kauman Semarang
Masjid Indah Sejak Jaman Penjajah



Photo Masjid Kauman di Tahun 1937

Masjid Agung Semarang (MAS) atau sering disebut Masjid Kauman termasuk dalam daftar masjid tua di tanah jawa, letaknya berdekatan dengan pasar Johar. Dulu komplek ini merupakan alun-alun tempat berkumpulnya warga semarang. Bangunan Masjid Kauman ini tetap berdiri kokoh mekipun lingkungan jalan sekitarnya telah padat dengan kios, pedagang kaki lia dan tempat angkot menunggu penumpang.


Masjid Kauman didirikan pada awal abad ke-16, pendiri masjid itu adalah Ki Ageng Pandanaran yang kemudian mendirikan masjid lagi di sekitar Bubakan yang menjadi tempat kabupaten setelah hijrah akibat pemberontakan orang-orang cina yang dikenal dengan perang Semarang (1742).

Masjid Kauman Semarang telah mengalami renovasi berkali-kali, Kiayi Adipati Surohadimenggolo II sebagai Bupati Semarang kala itu mengganti masjid ini menjadi masjid  yang lebih besar pada 1759-1760. Pembangunan diperingati dengan tiga buah inskripsi yang kini masih tertempel di gapura utama masjid yang bertuliskan huruf jawa latin dan Arab.

Meskipun semarang sekarang memiliki Masjid Agung Jawa Tengah "MAJT" (Mau baca artikel tentang Masjid Agung Jawa Tengah "MAJT" Klik disini) yang lebih modern, megah dan lebih besar. Keberadaan Masjid Kauman tetap di pertahankan sampai sekarang. Masjid Kauman tetap dijadikan sebagai tempat penyelenggaraan ritual dugderan "peringatan awal bulan Ramadhan" sebuah tradisi yang dilakukan secara turun-temurun.

Sehari-hari hingga kini Masjid Kauman tetap ramai dikunjungi oleh umat Islam yang ingin melakukan ibadah sholat atau hanya sekedar beristirahat. Apalagi tempatnya yang berada ditengah keramaian di seputar pasar Johar. Dari jalan utama memang keberadaan masjid ini kurang kelihatan. Mungkin hanya terlihat menaranya saja yang menjulang tinggi di langit.

Untuk mencpai masjid ini sangat mudah. Jika dari arah Tugu Muda langsung belok kanan di perempatan Paar Johar. Sedangkan dari arah kota lama belok kiri langsung menuju ke arah Masjid Kamuman.

Bukti Shahih umur masjid Kauman yang sudah sangat tua, yaitu adanya prasasti di gerbang masuk masjid yang bertuliskan bahasa belanda, tetapi yang jelas terbaca yaitu tulisan tahun 1750 atau abad 17-an. Prasasti itu sendiri diukir diatas batu yang kemudian disatukan di tembok gerbang masjid.

Related Posts:

Klik Iklan